Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
Realisasi Bantuan Sekolah Gratis Tahun …
Realisasi  Bantuan Sekolah Gratis Tahun 2013

Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai...

Administrator 20 Jul 2014 Hits:799 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:1135 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:983 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu

Minimalisir Sengketa Batas Desa Pemkab Sosialisasikan Permendagri Nomor 27/2006

Jumat, 07 Maret 2014 00:48 administrator Berita - Pemerintahan
Cetak PDF
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

BATULICIN -  Mengantisipasi terjadinya sengketa batas desa dalam wilayah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanbu mensosialiasi Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) Nomor : 27 Tahun 2006 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

Pemerintah daerah berharap, dengan sosialisasi itu akan memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait pengadministrasian batas antar desa, antar kecamatan hingga antar kabupaten.

"Kasus sengketa lahan tidak akan pernah terselesaikan jika penetapan batas masing-masing desa tidak dilakukan. Namun lebih dari itu masyarakat pun juga harus memahami sistem administrasi pertanahan dengan baik" kata Bupati Tanbu, Mardani H. Maming, pada saat acara Sosialisasi Penetapan dan Penegasan Batas Desa, dan Administrasi Pertanahan di Desa Manunggal Kecamatan Karang Bintang, Kamis (7/11/2013) pekan lalu.

Diungkapkan Mardani, sejauh ini penetapan batas desa akan mempengaruhi kepemilikan lahan oleh warga. Padahal imbuhnya, status atau kepemilikan lahan oleh warga tidak mempengaruhi legalitas kepemilikan lahan oleh seseorang.

Bahkan jelas Mardani, dengan adanya penetapan dan penegasan batas desa akan memudahkan masyarakat dan pihak pemerintahan desa dalam melakukan pengadministrasian lahan atau tanah warga. Selain itu, dengan telah ditetapkannya batas desa secara formal oleh pemerintah daerah hal itu juga menjadi penegasan dasar terkait penetapan batas antar kecamatan dan kabupaten.

Hanya saja, dalam beberapa kasus penanganan pengadministrasian legalitas tanah warga bisa saja dilakukan oleh desa tetangga karena setelah ditetapkannya batas desa secara formal lahan milik warga bersangkutan tidak masuk dalam wilayah desa dimana ia berdomisili.

"Tidak masalah, karena status tanah itu tak terpengaruh dengan ditetapkannya batas desa oleh pemerintah daerah", tegas Mardani.

Dibagian lain bupati juga mengungkapkan, sengketa kepemilikan lahan oleh warga sejauh ini tak semata-mata didasari oleh batas desa. Ditetapkan atau tidaknya batas wilayah desa, kasus sengketa lahan dimungkinkan akan tetap terjadi ditengah-tengah masyarakat jika pengadministrasi hak kepemilikan tanah oleh warga tidak dilakukan dengan baik.

Untuk itu Bupati meminta kepada jajaran aparatur pemerintahan desa agar selalu menjalankan administrasi pertanahan di wilayah desa masing-masing dengan baik.

Jika pun sengketa tetap terjadi, hanya bisa ditangani dan diputuskan melalui proses pengadilan atas dasar pengaduan dan bukti-bukti legalitas kepemilikan tanah yang sah.

"Kita pahami bersama, bahwa munculnya masalah sengketa lahan yang sebelumnya kerap terjadi banyak dipicu oleh lemahnya sistem administrasi yang dilakukan oleh pemerintah desa terkait", singgung Mardani seraya mengatakan, tidak sedikit perangkat desa khususnya Sekretaris Desa (Sekdes) yang masih belum bisa memahami secara menyeluruh implementasi sistem administrasi pertanahan dengan baik.

Kedepan imbuhnya, pasca ditetapkanya batas wilayah desa diharapakan setiap Kepala Desa tidak lagi kerap mengganti pejabat Sekdesnya. Tujuanya tidak lain untuk menjaga ketertiban adminitrasi pemerintahaan umum dan administrasi pertanahan di tiap-tiap desa.

Senada dengan Bupati Mardani H. Maming Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tanbu, Ambran Simatupang menyebutkan, lemahnya sistem administrasi desa akan sangat berpengaruh terhadap menculnya masalah sengketa lahan antar warga.

Ada empat buku induk menyangkut administrasi pertanahan yang disarankan oleh BPN agar dibuat dan digunakan oleh jajaran pemerintah desa guna mengantisipasi muncul kasus sengketa lahan.

Buku induk yang pertama berkenaan dengan jumlah dan penguasaan bidang tanah, kedua menyangkut sketsa dan gambar bidang tanah, ketiga buku catatan mutasi dan masalah tanah, sedangkan buku yang ke empat adalah tentang tata ruang penggunaan atas tanah dan tata bangunan.

"Keempat buku ini penting untuk dimiliki tiap-tiap desa untuk memudahkan sistem administrasi pertanahan di desa. Sehingga persoalan sengketa lahan masyarakat tidak mudah terjadi," ujar Ambran

Terpisah Kepala Bagian Pemerintahan Setda Mahriyadi Noor menyebutkan, dasar penetapan batas desa yang dilakukan oleh pemerintah daerah yakni  Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor : 27 Tahun 2006 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa.

Hingga saat ini ujarnya, progres penyelesaian batas desa sampai dengan tahap dituangkannya dalam bentuk berita acara penetapan dan penegasan batas desa sudah mencapai 95 persen.

"Dari tahap ini, jika belum ada kesepakatan antar desa yang saling berbatasan, maka prosedur penyelesaianya yakni dengan digelarnya pertemuan antar pihak yang bersengketa sebanyak tiga kali dan difasilitasi oleh pihak desa. Bila belum juga ada kesepakatan maka akan dilanjutkan dengan pertemuan yang di fasilitasi pihak kecamatan sebanyak tiga kali", kata dia.

Jika sampai dengan tahap itu sengketa belum juga terselesaikan, maka masalah sengketa lahan itu akan diserahkan kepada pihak kabupaten, dan keputusan tim PPBD (Penetapan dan Penegasan Batas Daerah) tidak bisa diganggu gugat.

Sementara untuk batas daerah antara Tanbu dengan kabupaten tetangga yang sudah rampung antara lain batas Tanbu dengan Kabupaten Tanah Laut yakni dengan ditetapkannya Permendagri Nomor 31 Tahun 2012, dan penetapan batas Tanbu dengan Kabupaten Banjar sesuai Permendagri Nomor : 14 Tahun 2010. Sedangankan batas Tanbu dengan Kabupaten Kotabaru hingga saat ini belum rampung karena masih dalam proses penyelesaian. (Relhum)

 

 

Tim Penilai PKK Provinsi Datangi Tanah Bumbu

Jumat, 19 November 2010 11:03 Humas Berita - PKK, Dharma Wanita, GOW
Cetak PDF

penilaian_lomba.jpgBatulicin-  Rombngan Tim penilai peningkatan peranan wanita menuju keluarga sehat sejahtera dan gerakan sayang ibu (P2W-KSS dan GSI) dari Banjarmasin mengunjungi Tanah Bumbu dalam rangka penilaian lomba (P2W-KSS dan GSI)yang dilaksanakan di gedung serbaguna desa Batu Meranti Kecamatan Sungai Loban(01/11).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 16.00 dan dihadiri oleh Ibu Wakil Bupati Tanah Bumbu Hj.Ma’abdah Difriadi beserta Tim Penggerak PKK Tanah Bumbu, Camat Sungai Loban Eryanto Rais beserta istri diikuti Lurah, Tokoh Masyarakat, unsur Muspika Kecamatan Sungai Loban dan warga masyarakat Sungai Loban.

Rombongan Tim Penilai yang datang dari Banjarmasin untuk melihat dan menilai lomba tersebut di berjumlah 14 orang diantaranya adalah Puji Astuti dan Mudzalifah dari Badan Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak, Hermansyah.SH dari Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Drs.H.Maskur dari DEPAG Kalsel, Hj.Elina Hardiati MP dari Dinas Pertanian tanaman pangan Holtikultura Kalsel, Dra.H.Siti Saniah Mpd dari Dinas Pendidikan, Titi Hardi dan Hj.Nurhaidah Sudarno dari PKK Kalsel, Hj.Juraidah dari Dinas Kesehatan, Drs.Alfian Fahmi dari BKKBN Kalsel, Taufikkur Rahman SE dari Dinas perindustrian dan Perdagangan Kalsel, Hj.Sumarni dari Dinas Kesehatan, M.Ardian.S.sos dari BKKBN Kalsel, dan Ibu Tanjung sebagai Ketua Tim Penilai Lomba P2W KSS .

Ketua Tim penilai lomba P2W KSS ibu Tanjung dalam sambutannya mengatakan, bahwa lomba P2W KSS merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan sumber daya alam serta lingkungan untuk mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera termasuk perlindungan perempuan dan anak dalam rangka membangun masyarakat desa dan kelurahan.

“Lomba ini juga sekaligus salah satu sarana untuk berprestasi yang lebih baik dan meningkatkan prestasi kerja yang lebih baik pula, supaya lebih menggugah dan meningkatkan gairah para pelaksana di daerah dan lebih meningkatkan prestasi kerja untuk mencapai daya upaya yang lebih maksimal. Sehingga dapat terwujud percepatan dalam mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat sejahtera dan menurunkan angka ibu melahirkan dan kematian bayi termasuk perlindungan terhadap perempuan dan anak” ,ujarnya.

Gerakan sayang ibu yang juga menjadi tema dalam kegiatan tersebut juga merupakan upaya masyarakat dan pemerintah untuk peningkatan perbaikan kualitas hidup melalui berbagai kegiatan yang berpengaruh terhadap penurunan angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi.

Sementara itu, Rombongan tim penilai dari Provinsi juga meninjau secara langsung makanan makanan khas dari desa Batu Meranti diikuti tim penggerak PKK Tanah Bumbu yang dipimpin oleh Hj.Ma’abdah Difriadi. Tim penilai juga berdialog secara langsung kepada para pedagang dan menanyakan seputar makanan yang diperdagangkan juga kendala yang kerap ditemui oleh para pedagang. (REL)

 

Hari Cuci Tangan sedunia, Hindari Penyakit Cacing

Sabtu, 16 Oktober 2010 13:29 Humas Berita - PKK, Dharma Wanita, GOW
Cetak PDF
pkk_hari_cuci_tangan_sedunia_copy.jpgBatulicin-Dalam rangka ikut memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun se-Dunia, PKK Kabupaten Tanah Bumbu bersama Yayasan Taman Kanak kanak Al Hidayah Batulicin pada tanggal 15 Oktober 2010, menggelar acara cuci tangan bersama dengan sabun. Acara ini dimulai dengan sambutan H. Erwinda Mardani  yang menyampaikan betapa pentingnya budaya cuci tangan sebelum dan sesudah suatu aktivitas dilaksanakan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 09.00 WITA tersebut juga dihadiri oleh pengurus PKK Kabupaten Tanah Bumbu bersama orang tua wali murid Yayasan TK Al Hidayah.Wakil Ketua Yayasan Taman Kanak kanak, megaku terharu dan merasa bangga terhadap kunjungan yang dilakukan H.Erwinda Mardani beserta rombongan pengurus PKK Tanah Bumbu tersebut.
Menurutnya, kunjungan sekaligus kegiatan ini membuat anak anak di TK. Al Hidayah merasa sangat gembira, begitu pula dengan Orang tua murid yang terlihat begitu antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia kedua ini, kata Ibu Bupati Tanah Bumbu H.Erwinda Mardani, adalah untuk mengangkat tema global Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah.
"Sebagai orang tua, kita wajib mengajarkan kepada anak anak kita untuk membiasakan hidup bersih di dalam kehidupan sehari hari"ujar H.Erwinda Mardani dalam sambutannya.
"dengan terbiasanya anak anak kita melakukan hidup bersih, maka kita sebagai orang tua tidak akan terlalu direpotkan dengan memperingatkan anak anak untuk mencuci tangan sebelum makan. Karena anak anak yang sudah biasa melakukan hidup bersih otomatis akan selalu menjalankan dan melaksanakan hal hal yang menyangkut kebersihan dan kesehatan." Jelasnya.
Adapun guna dari kegiatan ini adalah untuk mewujudkan PHTS yaitu, Perilaku Hidup Bersih Sehat yang harus di praktekkan dirumah dalam keluarga maupun disekolah karena, menurut survey yang dilakukan di Kabupaten Tanah Bumbu, 50 sampai 70 persen anak anak di Tanah Bumbu" terkena penyakit cacing, itu akibat tidak mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Bupati Tanbu Kunjungi Pasar Sabtu(rel)
 

Inkai Tanbu Harumkan Kalsel Ditingkat Nasional

Kamis, 01 Maret 2012 11:46 administrator Berita - Seputar Tanbu
Cetak PDF

Batulicin – Ikatan Karate Indonesia (Inkai) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) meraih juara 3 ditingkat Nasional pada Kejuaraan Nasional Open SBY Cup dan Skoci 989 yang dilaksanakan di Jakarta 17 – 19 Pebruari 2012 beberapa waktu yang lalu.
Hasil yang membanggakan dan mengharumkan nama Propinsi Kalimantan Selatan ditingkat Nasional tersebut disambut dengan gembira oleh bupati Tanbu Mardani H Maming, saat menerima kedatangan puluhan Atlet Karate Inkai  untuk bersilaturahmi dengan orang nomor satu di Bumi Bersujud di Kediaman Bupati, Selasa (28/2/2012) di Batulicin.

Selengkapnya...
 

BUPATI HIBUR PENGGEMAR VESPA DI BATULICIN

Rabu, 22 Juni 2011 14:52 Humas Berita - Seputar Tanbu
Cetak PDF
vepa.jpgBatulicin,19/6  - Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming bersama sang istri Hj Erwinda Mardani duet bersama diatas panggung untuk menghibur para anngota penggemar Motor Vespa di lapangan Kapet Batulicin, Kecamatan Simpang Empat, Sabtu (18/6).
Kehadiran para pecinta motor vespa yang berasal seluruh Indonesia ke Batulicin adalah untuk memper erat hubungan silaturahmi diantara Scooter Mania (para penggemar Vespa) yang dikemas melalui acara peringatan Jambore Vespa Tanah Air yang ke-3 / 2011.
"Mari scooter mania, kita bernyanyi sambil berjoget. Somoga pertemua ini dapat semakin memper erat persatuan dan kesatuan para pecinta vespa di tanah air," kata Mardani H Maming saat berduet dengan isterinya diatas panggung tersebut.
Ditengah pidatonya, bupatipun mengucapkan rasa terimakasih atas terselanggaranya Jambore Vespa Tanah Air ke-3 yang berlangsung di Kabupaten Tanah Bumbu.
Selain menjadi ajang untuk memper erat hubungan rasa persaudaraan diantara scooter mania, pelaksanaan Jambore Vepa juga dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan keberadaan motor vespa dari kepunahan.
"Semoga momentum ini dapat memacu semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Meskipun kita berasal dari pelosok nusantara berbeda, namun tetap satu bangsa dan Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan kita. Merdeka..........! ," teriak bupati dengan nada lantang.
Pada kesempatan lain, seksi bendahara panitia Jambore Vespa di Batulicin, Budi Hernadi mengatakan, Jambore Vespa merupakan kegiatan rutin yang berlangsung setiap tahun di Indonesia.
Pelaksanaanya di Batulicin adalah yang ke tiga kali dari kegiatan yang sebelumnya sudah berlangsung di Bogor Jawa Barat dan Nganjuk Jawa Timur.
Kegiatan jambore akan di isi berbagai contes atau perlombaan yang berkaitan dengan seluk-beluk motor vespa seperti contes Classic, Gembel, Modifikasi, dan jenis contes sport.
Masing-masing scooter mania diharapkan mengikuti pertandingan motor tersebut guna memperebutkan hadiah piala yang disiapkan oleh panitia. 
Persiapan dana yang kami miliki semua berasal dari donatur. Bisa dari perusahaan atau pihak perbangka," kata Budi Hernadi saat ditemui koran ini.hehehhe...............
Turut menghadiri sekaligus memerihakan Jambore Vespa tersebut adalah pembina Vespa Tanah Air (VETA), H Maman.S, dan Koordinator Wilayah VETA Kalimantan Selatan, Zainal Arifin.
Jambore di ikuti oleh sekitar 700 scoter mania dari seluruh Indonesia yang sudah beebrapa hari menginap di lapangan Kapet batulici, dengan mendirikan tenda. ***rel**
 

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|