Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
Realisasi Bantuan Sekolah Gratis Tahun …
Realisasi  Bantuan Sekolah Gratis Tahun 2013

Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai...

Administrator 20 Jul 2014 Hits:462 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:976 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:864 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Perekonomian

Pendataan Jumlah Koperasi Kabupaten Tanah Bumbu

Jumat, 26 September 2014 01:13 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM melakukan pendataan jumlah Koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Pendataan tersebut dilakukan dengan tujuan salah satunya untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pertumbuhan ekonomi yang digerakkan langsung oleh masyarakat.  

Dari proses pendataan yang dilakukan terhadap 302 unit usaha koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, dan diketahui ada sebanyak 44 unit usaha koperasi yang tergolong tidak aktif.

Karenanya, untuk kembali menggeliatkan dinamika perkoperasian di Bumi Bersujud Pemda terus berupaya melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu khususnya koperasi-koperasi yang diketahui kurang aktif, disamping terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop).

"Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop) harus terus kita sosialisasikan agar usaha koperasi bisa bangkit dan terus berkembang dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dan pendataan yang kami lakukan tak lain untuk mengetahui sejauh mana koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu ini mampu untuk berkontribusi terhadap proses peningkatan kesejahteraan masyarakat serta untuk mengetahui koperasi mana saja yang masih sehat, dan mana yang sudah lesu atau bahkan mati, bahkan yang sudah tidak layak lagi dijalankan,"sebut Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Hasdar melalui Kabid Koperasi dan UKM, Fahrurazi.

Melalui pendataan itu, khusus koperasi yang usahanya tidak aktif akan dimintai keterangan terkait berbagai kendala yang dihadapi selama ini, sehingga koperasi yang dikelola tidak lagi beroperasi.

Selanjutnya Pemda akan memberikan solusi baik berupa penyaluran bantuan modal usaha dari dana APBN  atau APBD, dan bentuk pembinaan dan pendampingan agar masing-masing koperasi dapat kembali menjalankan usahanya. Setiap tiga bulan sekali usaha koperasi juga wajib melaporkan perkembangan hasil usahanya kepada pemerintah daerah. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mempermudah proses evaluasi eksistensi usaha koperasi secara berkelanjutan.

Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming sejauh ini juga menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan koperasi di Kabupaten Tanah Bumbu, ia berharap usaha koperasi di Kabupaten Tanah Bumbu dapat berkembang dan mampu menjadi salah satu lembaga yang turut serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi saat ini imbuhnya, potensi Sumber Daya Alam (SDA) dapat dikelola masyarakat melalui koperasi.

"Saat ini tidak sedikit sektor usaha pengelolaan SDA di Kabupaten Tanah Bumbu yang bisa dikembangkan oleh masyarakat melalui usaha koperasi, baik di sektor pertambangan, sektor perkebunan, perikanan dan kelautan serta sejumlah sektor lainnya. Inilah pentingnya keberadaan koperasi sebagai salah satu media pendorong pergerakan dan pertumbuhan  ekonomi masyarakat dan daerah," jelasnya.

 

Bimtek Berstandar Kompetensi Teknis dan Manajerial

Kamis, 11 September 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu megadakan acara Bimtek Berstandar Kompetensi Teknis dan Manajerial di Kabupaten Tanah Bumbu yang dilaksanakan pada hari selasa, 9/9/14 di Mahligai Bersujud Kapet Batulicin.

Pada acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam sambutannya menyampaikan bahwa dilaksanakannya bimtek ini adalah dalam rangka pelaksanaan program percepatan reformasi birokrasi yang dicanangkan oleh Kementerian PAN dan RB, yang mana hal ini menjadi salah satu aspek penting dan strategis dalam penyelenggaraan tata kelola pemerintahan, khususnya bagi aparatur pemerintahan yang bersih, kompeten, dan bebas dari KKN.

”Untuk itu kami meminta kepada seluruh SKPD yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, kiranya dapat mengimplementasikan hasil dari bimtek ke dalam bentuk penyusunan Standar Kompetensi Teknis dan Standar Kompetensi Manajerial di SKPDnya masing-masing”.

Pemkab juga menjalaskan bahwa hal ini dimaksudkan agar SKPD yang mengikuti Bimtek tersebut mempunyai acuan atau standarisasi sebagai tolak ukur bagi perencanaan dan penataan serta kepegawaian dan formasi.

 

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemkab Tanbu Beri Bantuan Alsintan

Rabu, 06 Agustus 2014 02:34 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Demi meningkatkan lagi produksi hasil pertanian daerah, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) kepada petani setempat.

Bantuan Alsintan ini meliputi empat unit mesin tanam (Rice Transplanter) , satu unit mesin pencacah pakan ternak (Chooper), dan tujuh unit Rotari atau mesin pengolah tanah khusus untuk lahan kering juga diproyeksikan bagi upaya daerah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan para petani di Tanah Bumbu.

Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming saat menyerahkan bantuan tersebut secara symbolis kepada para petani di halaman kantor Bupati Gunung Tinggi, Senin (4/8/14) mengatakan "Melalui penyaluran bantuan Alsintan ini semoga mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan hasil pertanian daerah sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesejahteraan petani”, katanya.

Beliau juga berharap agar bantuan alsintan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para petani. Pasalnya, selain untuk mempermudah kinerja mereka dalam menggarap lahan pertanian juga diarahkan bagi untuk meningkatkan kualitas SDM petani terkait pengetahuan penggunaan sarana dan prasarana pertanian modern saat ini.

Sejalan dengan peningkatan lahan tanam oleh petani yang ditopang dengan bantuan alat mesin pertanian modern diharapkan memberi dampak positif terhadap kenaikan jumlah hasil produksi petani secara signifikan.

 

Sektor Perikanan Budidaya Terus Dikembangkan

Rabu, 02 April 2014 00:14 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

-       Sebagai Potensi Ekonomi Kerakyatan Unggulan Daerah


BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi perikanan budi daya sebagai potensi ekonomi kerakyatan unggulan bagi daerah.

Pasalnya, sebagai daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) Tanbu harus mampu mengembangkan beragam potensi yang ada, termasuk potensi perikanan budi daya sebagai modal dasar pembangunan daerah sekaligus pula diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani tambak atau pembudidaya perikanan tambak.

“Sumber daya alam kita beragam, dari yang tak bisa diperbaharui hingga yang bisa diperbaharui. Karenanya dalam mengelola sumber daya alam yang ada tersebut pemerintah daerah harus arif dan bijaksana, yakni dengan melakukan inovasi kebijakan dengan menempatkan sektor-sektor atau potensi-potensi sumber daya alam yang bisa diperbaharui tersebut sebagai sektor atau potensi daerah yang harus dikembangkan dan diformulasikan sebagai potensi daerah unggulan untuk jangka panjang”, sebut Bupati Tanbu Mardani H Maming.

Karena itu tambahnya, semangatnya hanya satu, yakni beragam potensi ekonomi yang bisa diperbaharui termasuk potensi perikanan budi daya yang dimiliki Tanbu harus diberdayakan dan dikembangkan secara maksimal sebagai solusi penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan masyarakat, serta menjadikannya sebagai penopang dinamika perekonomian daerah untuk jangka panjang.

Untuk mengoptimalkan program pengembangan potensi perikanan budi daya daerah, sejauh ini pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan sudah merealisasikan beragam program strategis pembangunan bidang perikanan budi daya, mulai dengan program pendampingan dan penyuluhan, program bantuan bibit hingga mekanisme pemasaran hasil produksi petambak.

“Oleh sebab itu pemerintah daerah sangat mengapresiasi dengan keberhasilan panen raya yang sudah dilakukan petani petambak yang berhasil mengembangkan budi daya bandeng di Desa Sepunggur baru-baru tadi”, ungkap Mardani menyusul kesuksesan panen raya petani petambak bandeng Desa Sepunggur Kecamatan Batulicin, Senin(24/2) lalu.

Untuk diketahui, dari panen perdana itu, hasil produksi yang diperoleh petambak mencapai 36,25 Ton.  “Sebagai langkah awal, hasil produksi sebesar itu tentu sangat membanggakan”, papar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tanbu melalui Kepala Seksi Pengembangan Tekhnologi dan Pembudidayaan, Juwita Laila Irawati, kemarin.

Ditambahkannya, sebagai langkah pengembangan program, tahun 2013 yang lalu pihaknya telah merealisasikan program bantuan bibit ikan bandeng sebanyak 1 juta bibit yang didistribusikan kepada 23 kelompok petani petambak budi daya bandeng di Desa Sepunggur untuk dikembangkan pada tambak seluas 711,5 Ha.

Sebagai langkah lanjutan dari program pengembangan potensi perikanan budi daya di Tanbu, untuk tahun anggaran 2014 ini pihaknya sambung Juwita akan merealisasikan penyaluran bantuan benih ikan air tawar meliputi bibit ikan gabus, ikan nila dan ikan lele sebanyak 500 ribu bibit, selanjutnya untuk bantuan bibit ikan bandeng tahun 2014 ini pemerintah daerah kembali menyalurkan bantuan sebanyak 1 juta bibit, serta menyalurkan bibit udang windu sebanyak 1,5 juta bibit.

“Selain itu, pada tahun anggaran 2014 ini kami juga akan menyalurkan bantuan mesin pengolah pakan ikan kepada kelompok petani petambak sebanyak 10 unit, dan keramba jaring apung satu paket”, pungkas Juwita. (relhum)

 

 

Disperindagkop dan UKM Gelar Pelatihan Kerajinan Souvenir Ukir

Jumat, 07 Maret 2014 01:25 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

BATULICIN – Sebagai bentuk pengembangan kerajinan kayu ukir di Bumi Bersujud, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) melakukan pengembangan kerajinan kayu ukir dalam bentuk souvenir.

Untuk diketahui, sebelumnya Disperindakop dan UKM Tanbu juga sudah memberikan pelatihan kepada sejumlah kelompok pengrajin ukir kayu untuk mengembangkan industri meubeler.

Kedepan, Disperindakop dan UKM akan pula mengembangkan kerajinan ukir kayu dalam bentuk souvenir sebagai ciri khas daerah.

"Sejauh ini kita sudah membekali pengrajin ukir kita dengan metode pelatihan cara membuat beragam barang meubeler ukir kayu. Dan kedepan kita akan mengembangkan lagi dengan pengerjaan kerajinan ukir dalam bentuk souvenir,” demikian dikatakan Kepala Disperindagkop dan UKM Tanbu, Nooryakin melalui Kepala Seksi Perindustrian Fitriyanto, disela-sela kegiatan Pelatihan Kerajinan Kayu Ukir di Sanggar Seni Ukir Coretulin Pahatelok Desa Kersik Putih Kecamatan Batulicin, Selasa (26/11) kemarin.

Jenis souvenir yang dikembangkan oleh pengrajin sebutnya, meliputi souvenir berbentuk asbak rokok, patung, gantungan kunci, bingkai foto, hingga kaligrafi.

“Souvenir inilah yang nantinya juga bisa dijadikan oleh-oleh warga luar daerah yang berkunjung ke Tanah Bumbu,” ujar Fitriyanto.

Sementara itu, terkait pelatihan kerajinan kayu ukir, Fitriyanto mengatakan pelatihan dilaksanakan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha serta meningkatkan sumberdaya manusia di Bumi Bersujud.

Lebih lanjut Fitriyanto mengatakan di Tanbu bahan baku untuk objek ukiran cukup melimpah. Salah satunya yaitu dari limbah kayu ulin yang bisa dimanfaatkan untuk membuat meubel dan souvenir.

Untuk meubel berbahan kayu ulin asal Tanbu sudah dikenal hingga keluar daerah dan sudah ada pemesannya. Namun yang menjadi kendala saat ini adalah masih kurangnya sumber daya manusia yang menggeluti usaha kerajinan kayu ukir berbahan limbah kayu ulin tersebut.

Untuk pemasaran hasil produksi kerajinan kayu ukir, dikatakan Fitriyanto pemerintah daerah melalui Disperindagkop dan UKM Tanbu bekerjasama dengan Dekranasda Tanbu terus mempromosikan diberbagai kegiatan-kegiatan yang salah satunya seperti mengikuti kegiatan EXPO baik itu didalam daerah maupun keluar daerah.

Sementara itu, kepada para peserta pelatihan, Fitriyanto berharap agar peserta dapat bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan dan menyimak materi latihan yang diberikan oleh pemateri yang dari Jepara.

Adapun para peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 30 peserta yang terdiri dari  warga Desa Kersik Putih, Warga Desa Segumbang, dan perwakilan dari Dewan Adat Dayak (DAD).

Pelatihan dilaksanakan selama 5 (lima) hari dari tanggal 26-30 Nopember 2013 bertempat di Sanggar Seni Ukir Coretulin Pahatelok Desa Kersik Putih Kecamatan Batulicin.  (Relhum)

 

 

Hingga Oktober 2013, Sebanyak 4.451 Perizinan Telah Diterbitkan

Jumat, 07 Maret 2014 01:17 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

BATULICIN – Hingga Oktober 2013 sedikitnya sebanyak 4.451 dokumen Perizinan Usaha telah diterbitkan oleh Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).

Jumlah itu berdasarkan rekapitulasi perizinan yang sudah diterbitkan BP3MD Tanbu dari periode Januari hingga Oktober 2013.

Dari total penerbitan perizinan sebanyak itu telah mampu memberikan kontribusi bagi PAD (Pendapatan Asli Daerah) dengan total penerimaan sebesar Rp. 2.360.487.500.

Kepala BP3MD Tanbu, Arif Fadillah, Rabu (27/11) di Batulicin mengatakan dari 4.451 perizinan tersebut, pada semester 1 diterbitkan sebanyak 2.818 dokumen dengan jumlah retribusi sebesar Rp. 1.740.824.328, sedangkan pada semester II sebanyak 1633 dokumen dengan penerimaan retribusi sebesar Rp. 619.663.172.

Adapun jenis izin usaha yang diterbitkan tersebut sebanyak 28 jenis izin meliputi, SITU, Pengelola Sarang Walet, SIRAP, SIUP-I, SIPI, SIKPI, SIUP, IPB, IUI, SIPB, SIPT, SIIRTP, SITO, SIUJK, Gangguan/HO, TDG, TDP, IUP, Stok File, Coal Reader, Reklame, SIUK, Usaha Pengeboran, Juru Bor, Pemanfatan Air Bawah Tanah, Pameran atau Promosi Perdagangan, Kelistrikan, dan Penyimpanan Limbah Bahan.

Menurut Arif Fadillah, banyaknya jumlah dokumen penerbitan izin usaha tersebut merupakan imbas positif dari semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan dokumen perizinan sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.

Selain itu, pemerintah daerah juga memberikan stimulan positif kepada dunia usaha dengan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.  Diantaranya adalah memberikan kepastian jangka waktu penyelesaian dokumen perizinan, pelayanan yang bebas pungli, bahkan sebagian besar dokumen perizinan tidak dipungut biaya retribusi atau gratis.

Dari 28 jenis izin usaha, ada 24 izin usaha yang tidak dipungut biaya retribusi. Sedangkan 4 izin usaha yang dipungut retribusi yaitu SIUP-I, SIPI, SIKPI, dan Gangguan/HO.

Menurut , Arif Fadillah, jumlah dokumen yang diterbitkan selama kurun waktu empat tahun terakhir dari tahun 2009 hingga tahun 2012 meliputi, tahun 2009 sebanyak 606 dokumen, tahun 2010 sebanyak 1.366 dokumen, tahun 2011 sebanyak 3.070 dokumen, dan tahun 2012 sebanyak 5.797 dokumen. 

Pada tahun 2013 hingga bulan Oktober sebanyak 4.451 dokumen perizinan usaha telah diterbitkan dan kemungkinan akan terus mengalami peningkatan.

Kedepan, ujar Arif Fadillah, BP3MD Tanbu akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang akan mengajukan proses perizinan usaha di Bumi Bersujud, yaitu dengan memberikan kemudahan-kemudahan dalam proses penerbitan perizinan serta menghindari birokrasi yang berbelit-belit.

"Selain itu, salah satu upaya yang dilakukan oleh BP3MD Tanbu dalam hal mempromosikan Kabupaten Tanah Bumbu keluar daerah yaitu dengan cara mengikuti berbagai event-event pameran investasi daerah baik itu didalam daerah maupun luar daerah, dan luar Provinsi", ungkap Arif.

Sementara itu terpisah, Bupati Tanbu, Mardani H. Maming mengatakan semakin banyaknya masyarakat yang mengajukan proses izin usaha menandakan kalau pembangunan pada sektor perekonomian di Tanbu mengalami dinamika yang menggembirakan.

"Dengan begitu, meningkatnya perekonomian tersebut juga tentu akan berimbas pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah Tanah Bumbu, dan pembangunan disegala sektor pun akan meningkat", tukas Mardani. (Relhum)

 

Penerbitan Perizinan Usaha Di Tanbu Meningkat

Selasa, 29 Oktober 2013 05:22 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

BATULICIN – Penerbitan  perizinan usaha di Kabupaten Tanah Bumbu (Kab. Tanbu) selama tahun 2012 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2011.

Demikian dikatakan Kepala  Badan Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Kab. Tanbu, Arif Fadillah, saat Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal, Senin (28/10) di Kantor Camat Simpang Empat.

Berdasarkan evaluasi tahunan yang dilakukan oleh BP3MD Tanbu terhadap kegiatan pengurusan perizinan pada tahun 2012 terjadi peningkatan jumlah dokumen perizinan yang telah diterbitkan.

Tercatat pada tahun 2012 sebanyak 5.797 dokumen yang diterbitkan. Naik dibandingkan tahun 2011 yang lalu hanya 3.070 dokumen terbit.

“Jumlah dokumen yang diterbitkan selama kurun waktu empat tahun terakhir yaitu tahun 2009 sebanyak 606 dokumen, tahun 2010 sebanyak 1.366 dokumen, tahun 2011 sebanyak 3.070 dokumen, dan tahun 2012 sebanyak 5.797 dokumen,”  kata Arif Fadillah, seraya mengatakan pada tahun 2013 juga diprediksi akan mengalami peningkatan.

Peningkatan jumlah dokumen perizinan yang diterbitkan tersebut, menurut Arif Fadillah, merupakan imbas positif dari semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk mendapatkan dokumen perizinan sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga memberikan stimulan positif kepada dunia usaha dengan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat diantaranya memberikan kepastian jangka waktu penyelesaian dokumen perizinan, pelayanan yang bebas pungli, bahkan sebagian besar dokumen perizinan tidak dipungut biaya retribusi atau gratis.

“ada  26 perizinan digratiskan. Yang gratis seperti SITU, SIUP, TDP, dll. Sedangkan yang tidak gratis seperti izin gangguan dan izin usaha perikanan,” kata Arif Fadillah.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanah Bumbu, H. Difriadi Darjat  menilai pelayanan perizinan di Kabupaten Tanah Bumbu  semakin tahun semakin mengalami perbaikan. Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya penerbitan perizinan dokumen usaha di Bumi Bersujud serta kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Menurut Wabup, dengan semakin banyaknya jumlah dokumen yang telah diterbitkan menandakan bahwa sektor dunia usaha di Tanah Bumbu semakin meningkat pertumbuhannya. Dengan meningkatnya sektor tersebut maka pembangunan daerah juga akan mengalami peningkatan melalui PAD kedepannya.

Selain itu, Wabup juga berharap agar  kemudahan perizinan yang diberikan oleh Pemerintah Daerah ini dapat digunakan oleh masyarakat khususnya pada sektor usaha kecil. Untuk itu, BP3MD Tanbu agar dapat terus mensosialisasikan pelayanan dan kemudahan-kemudahan yang telah diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat.

Sementara itu, terkait Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan Bidang Pelayanan Perizinan dan Penanaman Modal yang dilaksanakan BP3MD Tanbu yang dibuka langsung oleh Wabup H. Difriadi Darjat tersebut diikuti peserta  yang terdiri dari Aparatur Pemerintah Desa se-Kecamatan Simpang Empat, Perusahaan PMA/PMDN se-Kecamatan Simpang Empat,  dan UKMK se-Kecamatan Simpang Empat.

Adapun nara sumber dari BKPMD Propinsi Kalimantan Selatan dan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Bumbu. Sedangkan pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan selama 3 (tiga) hari yaitu 28 Oktober 2013 di Kecamatan Simpang Empat, 29 Oktober 2013 di Kecamatan Sungai Loban, dan 30 Oktober 2013 di Kecamatan Angsana. (relhum)

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|