Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
Realisasi Bantuan Sekolah Gratis Tahun …
Realisasi  Bantuan Sekolah Gratis Tahun 2013

Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai...

Administrator 20 Jul 2014 Hits:985 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:1190 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:1030 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Perekonomian

Sebanyak 2000 Nelayan Dapat KN

Jumat, 05 Desember 2014 01:35 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Sebanyak 2000 nelayan pesisir Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mendapatkan Kartu Nelayan (KN) dari pemerintah daerah.

Pembagian KN yang berlangsung sejak awal Januari 2014 tersebut ditargetkan dapat selesai pada akhir tahun ini. Pendistrubusian KN sendiri bertujuan untuk meningkatan kesejahteraan nelayan daerah .

"Sudah lebih dari 1500 Kartu Nelayan yang terbagikan saat ini. Termasuk 23 Kartu Nelayan yang terbagi di Desa Muara Pagatan Tegah, Kecamatan Kusan Hilir," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan), Bakhriansyah, melalui Kasi Sumberdaya Ikan dan Tekhnologi Penangkapan, Zulkarnain,  belum lama tadi.

Menurut Zulkarnain, KN merupakan kartu identitas profesi Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah melakukan usaha penangkapan ikan di laut. Pembagian KN  dimaksudkan untuk mempermudah pemberdayaan  nelayan khususnya pada saat pendataan program penyaluran bantuan, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Data nelayan yang terentry dalam KN tersebut antara lain berupa data pribadi yang menyangkut alamat rumah, umur, jenis kelamin, golongan darah, tingkat pendidikan, status keluarga, dan jumlah keluarga serta profil usaha yang berkaitan dengan status kepemilikan kapal, jenis alat tangkap, pendapatan perbulan, dan nomor kontak nelayan.

Dengan nomor kontak tersebut tujuannya untuk mempermudah pemerintah pusat dalam hal ini Dirjen Perikanan Tangkap yang bekerjasama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memberikan informasi melalui sms terkait informasi cuaca, tinggi gelombang, arah dan kecepatan mata angin, dan informasi penting lainnya terhadap nelayan sebelum mereka memulai aktifitasnya menangkap ikan.

"Sehingga para nelayan dapat lebih waspada terhadap bahaya cuaca ekstrim yang kemungkinan muncul sebelum mereka melaut," katanya.

Zulkarnain menambahkan, bagi pemegang KN juga akan mendapat prioritas dari Pemkab Tanbu untuk menerima bantuan BLM PUMP (Bantuan Langsung Masyarakat – Pengembangan Usaha Mina Pedesaan) PerikananTangkap, bantuan pembuatan sertifikat tanah secara gratis, bantuan perlindungan hukum, bimtek, pembinaan, dan berbagai jenis bantuan lainnya.

Adapun syarat mendapatkan KN tersebut antara lain mengisi formulir pendaftaran dari pihak Dislutkan, melampirkan fotocopy e-KTP Tanbu, dan surat pernyataan kepala desa yang menerangkan bahwa yang bersangkutan berprofesi sebagai nelayan.

Bupati Tanbu, Mardani H Maming sangat mengapresiasi dengan adanya program pembagian KN. Program ini tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah yang ingin terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di Bumi Bersujud.

Dengan adanya KN, diharapkan berbagai program penyaluran bantuan terhadap nelayan menjadi tepat sasaran.

"Pembinaan terhadap nelayan perlu dilakukan, Agar tingkat perekonomian nelayan kita terus meningkat sehingga berdampak pula terhadap tingkat kesejahteraan keluarga nelayan," katanya. (relhum).

 

36 Kelompok Tani Dapat Bantuan Bibit

Jumat, 05 Desember 2014 01:16 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Sebanyak 36 kelompok tani di Tanah Bunbu menerima bantuan bibit kelapa sawit dan karet dari pemerintah daerah.

Sama halnya bantuan pada tahun-tahun sebelumnya, bantuan bibit karet dan kelapa sawit yang disalurkan melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) itu menurut Kepala Dishutbun, Hanif Faisol Nurofiq, melalui Kasi Bina Produksi dan Pengembangan Perkebunan, Ali Wardhana, karena pengembangan dua sektor perkebunan itu masih menjadi primadona ekonomi bagi masyarakat petani.

Dikatakan Ali Wardhana, selain memberi bantuan bibit  kelapa sawit dan karet, pemerintah daerah juga akan menyalurkan bantuan berupa pupuk dan herbisida untuk menunjang keberhasilan usaha perkebunan petani.

Saat ini pihak Dishutbun, katanya, sudah mulai menyalurkan bibit bantuan kelapa sawit dan karet  kepada kelompok tani yang berhak untuk menerima. Penyaluran bantuan bibit ditarget selesai dilaksanakan sebelum akhir tahun 2014.

"Untuk bibit karet sudah selesai disalurkan. Sedangkan bibit kelapa sawit baru sebagian tersalurkan. Dan ditergetkan semua bantuan tersebut selesai sebelum tahun 2014"  kata Ali Wardhana.

Calon penerima bantuan bibit lebih diutamakan bagi kelompok tani yang selama ini belum pernah sama sakali menerima bantuan dari pemerintah daerah. Mereka secara resmi harus memiliki bukti kepemilikan lahan, yang mana lahan tersebut memang layak digunakan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit dan karet.

Sedikitnya sekitar 320 ribu bibit dengan rincian sebanyak 70 ribu diantaranya berupa bibit kelapa sawit dan 250 ribu berupa  bibit karet. Masing–masing bibit tersebut akan ditanam diatas lahan seluas 500 hektare.

Untuk jenis bantuan pupuk yang rencananya disalurkan kepada seluruh kelompok tani jumlahnya mencapai sekitar 50 ton, dan herbisida sekitar 5000 liter.

Jumlah seluruh bantuan akan diberikan kelompok tani yang tersebar di kecamatan antara lain  Kecamatan Matewe, Kusan Hulu, Karang Bintang, Sungai Loban, dan Kecamatan Kuranji.

Terpisah Bupati Tanbu, Mardani H Maming mengharapkan penyaluran bantuan bibit kelapa sawit dan karet mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani di daerah. Penyaluran bantuan ini adalah wujud keseriusan pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor perkebunan khususnya kelapa sawit dan karet.

Dikatakannya, pengembangan sektor perkebunan karet dan kelapa sawit tak lain merupakan jawaban bagi dinamika pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan karena sektor perkebunan bisa terus dikembangkan dan merupakan salah satu SDA yang bisa diperbaharui.

"Berbeda dengan sektor pertambangan, yang hasilnya akan semakin berkurang atau habis sama sekali. Oleh sebab itu, potensi usaha perkebunan inilah yang perlu terus kita kembangkan sebagai salah satu warisan generasi penerus di masa yang akan datang," jelas bupati. (relhum)

 

Pemkab Bantu Kembangkan UKM Dapatkan Sertifikat Halal

Selasa, 02 Desember 2014 01:17 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus berupaya mengembangkan sektor perekonomian Khususnya pada  Usaha Kecil  Menegah (UKM) atau Industri Rumah Tangga.

Seperti belum lama tadi, Pemkab Tanbu melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperindagkop dan UKM) melaksanakan sosialisasi sertifikasi halal untuk memfasilitasi warga dalam rangka mengembangkan UKM di Tanbu.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Tanbu, Andi Hasdar, SE, MM melalui Kasi UKM Abdul Gafur, SE mengatakan Pemkab Tanbu terus mendukung berkembangnya perekonomian masyarakat. Salah satu dukungan pemerintah daerah kepada para pelaku usaha yaitu dengan memfasilitasi mereka untuk mendapatkan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sertifikat halal dari MUI sangat penting untuk dimiliki oleh pelaku usaha, karena dengan sertifikat halal tersebut akan lebih memudahkan berkembangnya sektor usaha masyarakat.

Sebelumnya, Pemkab Tanbu yang diwakili oleh Disperindagkop dan UKM Tanbu telah mengikuti bincang bisnis dengan Disperindagkop Propinsi Kalimantan Selatan dan para pengusaha dalam rangka membahas pengembangan sektor ekonomi di Kalimantan Selatan.

Dari hasil perbincangan tersebut, salah satu syarat dan cara untuk mengembangkan perekonomian khususnya UKM maka para pelaku usaha harus memiliki sertifikat halal. Dengan sertifikat halal tersebut maka hasil produksi akan mudah dipasarkan karena masyarakat merasa yakin dan aman untuk membeli produk tersebut terutama pada produk makanan.

Seperti kita ketahui keberadaan  industri rumah tangga di Tanbu sangat banyak, seperti industri rumah tangga pengolahan hasil perikanan yang diolah menjadi berbagai macam jenis makanan seperti pentol ikan, kerupuk ikan, kerupuk berbahan dasar tulang ikan, hingga nugget ikan.

Hasil produksi tersebut jika dikelola dengan baik  maka akan mudah untuk dipasarkan bahkan memasuki pangsa pasar supermarket.

Peran Pemkab Tanbu adalah membantu menumbuh kembangkan usaha, melakukan pembinaan dan membantu pemasaran hasil dari olahan tersebut, salah satu langkah serius Pemkab dalam memasarkan hasil olahan tersebut yaitu dengan membantu pemasarannya melalui pameran pembangunan dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan pengembangan sektor usaha masyarakat.

Sementara itu, terkait cara mendapatkan sertifikat halal dari MUI, dikatakan Abdul Gafur, pihaknya siap memfasilitasi pelaku usaha untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI maupun izin dari Dinas Kesehatan.

 

APBD Tanbu Meningkat di 2015

Rabu, 22 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Diperkirakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanah Bumbu akan meningkat di tahun 2015 nanti dari APBD tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh  H. Supiansyah atau H. Upi selaku Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, kepada salah satu Redaksi Media yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (20/10/14) lalu.

H. Upi yang merupakan salah satu Politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, APBD Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2015 nanti diperkirakan mencapai sebesar Rp 1,6 Trilyun lebih dibandingkan APBD di tahun 2014 yang hanya berada di kisaran Rp 1,5 Trilyun. Katanya.

Saat ini pihak DPRD Tanah Bumbu sedang dalam tahapan pembahasan masalah Anggaran untuk tahun 2015 nanti.

Yang diketahui selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Bumbu sebagai leading sector-nya masih dari bidang pertambangan, yang kemudian disusul oleh bidang perkebunan.

 

Pemkab Bantu KWT Tanbu

Kamis, 23 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Sedikitnya 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan bantuan berupa sarana produksi pertanian dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

Bantuan tersebut disalurkan Pemerintah Daerah melalui Kantor Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu yang bekerjasama dengan jajaran pengurus Tim Pengerak PKK (TP-PKK) Tanbu.

Penyerahaan bantuan sarana produksi pertanian tersebut secara simbolis diberikan langsung oleh Ketua TP-PKK Tanbu, Hj. Erwinda Mardani  kepada perwakilan KWT Usaha Bersama di Desa Trimartani, Kecamatan Sungai Loban belum lama ini.

"Kami berharap melalui penyaluran  bantuan ini nantinya akan memberikan manfaat bagi kaum wanita. Khususnya anggota KWT dalam upaya meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah," kata Erwinda Mardani pada saat penyerahan bantuan tersebut.  

Melalui bantuan itu, kaum perempuan diharapkan lebih mampu membudayakan perilaku gemar menanam di sekitar kawasan pekarangan rumahnya masing-masing. Sehingga kebutuhan gizi keluarganya lebih tercukupi dari hasil pengolahan lahan pekarangan mereka sendiri.

"Lahan pekarangan  kita jangan dibiarkan tidur atau tidak dimanfaatkan.  Gunakanlah lahan tersebut untuk ditanami sayuran-sayuran dan buah-buahan agar kebutuhan gizi keluarga lebih tercukupi." Jelas Erwinda.

Jajaran pemerintah daerah bersama pengurus TP-PKK mengatakan bahwa mereka akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Bumi Bersujud melalui program KWT. Selain dengan cara memberi bantuan sarana produksi pertanian pihaknya juga terus memberikan pembinaan dalam upaya meningkatkan pengetahuan KWT di lapangan.  

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan Daerah Tanbu, Ir. Akhmad Fauzi melalui Kasi Konsumsi Keamanan dan Gizi Pangan, Erna Kalsum,Sp yang hadir dalam acara tersebut.

Sejak awal tahun 2014 ada 10 KWT dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu akan menerima bantuan sarana produksi pertanian dari TP-PKK  berupa bibit hortikultura atau bantuan bibit sayuran dan buah-buahan, bibit ikan, serta peralatan pertanian berupa herbisida, pupuk, paranet, terpal, polibek, dan cangkul.

Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan pekarangannya menjadi lahan yang produktif bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya tapi juga bisa untuk memberikan nilai ekonomi bagi keluarganya.

Pemberian bantuan sarana produksi pertanian ini merupakan kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dengan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang bertujuan untuk pemberdayaan wanita melalui kelompok tani di Bumi Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu.

Bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 pada Kantor Ketahanan Pangan Daerah dengan jumlah sebesar Rp. 339.995.000.

Dari 10 KWT yang menerima bantuan tersebut diantaranya KWT Anugerah Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir, KWT Mahkota Dewa Desa Karang Sari Kecamatan Kusan Hulu, KWT Baru Mekar Desa Segumbang Kecamatan Batulicin, KWT Kemangi Desa Baroqah Kecamatan Simpang Empat, KWT Rejo Asri Desa Rejowinangun Kecamatan Karang Bintang, KWT Sinar Mukti Desa Maju Mulyo Kecamatan Mantewe, KWT Mustika Makmur Desa Mustika Kecamatan Kuranji, KWT Tunas Harapan Desa Angsana Kecamatan Angsana, KWT Indah Lestari Desa Al-Kautsar Kecamatan Satui, dan yang terakhir adalah KWT Usaha Bersama Desa Tri Martani Kecamatan Sungai Loban.

 

Bidang Pertanian Kembangkan Klaster Padi Unggul

Rabu, 22 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Sebagai bentuk dari realisasi dari kerjasama antara Pemkab Tanah Bumbu dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan dalam rangka pengembangan klaster padi unggul, telah digelar panen peserta klaster musim tanam II tahun 2014 di Saring Sungai Binjai Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (09/10/14) lalu.

Acara ditandai dengan peragaan panen bersama serta pemberian bantuan secara simbolis berupa mesin perontok padi, penyeterum tikus, terpal untuk memberantas padi oleh Kepala Divisi Akses Keuangan UMKM dan Komunikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan, Triatmo Doriyanto kepada 3 Gabungan Kelompok Tani yang ada di desa tersebut.

"Pemberian bantuan didasari atas penelitian yang dilakukan oleh pihak BI, dimana Gabungan Kelompok Tani tersebut memenuhi syarat untuk dijadikan klaster dalam pengembangan padi unggul, diantaranya legalitas lahan pertanian yang lengkap, keaktifan kelompok tani disertai administrasi tani oleh kelompok tersebut," ungkap Kabag Ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu, Suhartoyo.

Ditambahkannya, "selain itu potensi pertanian lebih produktif ditunjang dengan kondisi tanah pertanian yang layak selama masa penggarapannya."

Masih menurut Suhartoyo, selama berjalannya kerjasama tersebut, para petani yang terlibat dalam pengembangan klaster padi unggul, segala bantuan yang menjadi kebutuhan petani akan diberikan secara bertahap oleh Bank Indonesia, dimulai dari proses tanam sampai pada produksi tanam.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming melalui sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, H. Rahmad mengatakan, Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi dengan dilaksanakannnya kegiatan Panen Klaster MT II tersebut.

Kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Bank Indonesia itu merupakan program kerja Tahun 2014, terkait sinergi program pengembangan klaster padi unggul di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Melalui program pengembangan Klaster padi unggul tersebut, memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai dari setiap siklus produksi, pengolahan dan distribusi komoditas padi atau beras, sehingga memberi manfaat bagi kesejahteraan Gapoktan tersebut," ujar H. Rahmad.

Menurut H. Rahmad, program itu juga merupakan program pembangunan bidang pertanian berkelanjutan dan berdaya saing, terutama dengan adanya berbagai bentuk dukungan dan bantuan yang telah diberikan, kiranya para Gapoktan mampu meningkatkan jumlah produksi, kualitas beras dan menciptakan serapan tenaga kerja dengan adanya program klaster.

"Melalui program Klaster ini, diharapkan Gapoktan mampu menjadikan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai satu lumbung padi di Kalimantan Selatan, sehingga para petani di daerah ini tidak hanya berhasil dalam mendukung kualitas pertanian daerah, akan tetapi juga mampu mewujudkan kesejahteraannya," pungkasnya.

 

Target Produksi Padi Tanbu Mencapai 98.164 Ton GKG

Kamis, 16 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Pemkab Tanbu di tahun 2014 ini mentargetkan jumlah produksi padi mencapai 98.164 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Diharapkan Target produksi GKG  sebesar itu mampu terproyeksikan dari pengembangan areal tanam seluas 24.086 hektar, dengan prediksi luas panen sekitar 23.236 hektar.

Dengan target produksi sebesar 98.164 ton GKG itu berarti melampaui produksi pada tahun 2013  lalu yang hanya mencapai 97.377 ton GKG dengan luas tanam 23.142 hektare dan realisasi luas panen sekitar 23.165 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Tanbu, Abdul Karim melalui Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan, Sri Yuliati, Kamis (8/10) lalu mengatakan, "Kami yakin 2014 target produksi sebesar 98.164 ton akan bisa tercapai. Seiring terus berlangsungnya program pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap petani." Katanya.

“Sebagai langkah awal demi terwujudnya target produksi tersebut, sejak awal tahun 2014 pemerintah daerah melalui Distanpanak telah menyalurkan berbagai macam bantuan berupa alat mesin pertanian (Alsintan) seperti hand traktor, pompa air, dan mesin pengolah lahan kering kepada kelompok tani.” Jelasnya.

Ia juga menambahkan melalui bantuan tersebut diharapkan luas tanam dan hasil pengolahan tanah petani jadi lebih meningkat dan lebih berkualitas sehingga berdampak terhadap jumlah hasil panen yang semakin melimpah. Pungkasnya.

Bupati Tanbu, Mardani H. Maming juga mengharapkan melimpahnya hasil panen petani tahun 2014 ini menyusul banyaknya bantuan Alsintan dari pemerintah daerah dapat mendorong program nasional berupa target swasembada beras pada tahun 2018. Ungkap Bupati.

Harapan itu disampaikan oleh Mardani H. Maming pada saat pelaksanaan panen raya bersama petani di Desa Saring Sungai Bubu Kecamatan Kusan Hilir  belum lama tadi.

"Untuk itulah kita perlu terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait usaha pertanian.  Agar target swasembada beras tahun 2018 nantinya tercapai dan sekaligus menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan keluarga petani." Katanya.

Panen raya yang berlangsung di Desa Saring Sungai Bubu adalah panen padi sawah dari jenis varietas Makongga yang dihasilkan petani. Luas panen padi ini ada sekitar 100 hektare  dengan potensi hasil panen rata-rata 6 ton per hektarenya.

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|