Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
Realisasi Bantuan Sekolah Gratis Tahun …
Realisasi  Bantuan Sekolah Gratis Tahun 2013

Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai...

Administrator 20 Jul 2014 Hits:802 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:1135 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:984 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Perekonomian

APBD Tanbu Meningkat di 2015

Rabu, 22 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Diperkirakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tanah Bumbu akan meningkat di tahun 2015 nanti dari APBD tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh  H. Supiansyah atau H. Upi selaku Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, kepada salah satu Redaksi Media yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (20/10/14) lalu.

H. Upi yang merupakan salah satu Politisi dari PDI Perjuangan ini mengatakan, APBD Kabupaten Tanah Bumbu tahun 2015 nanti diperkirakan mencapai sebesar Rp 1,6 Trilyun lebih dibandingkan APBD di tahun 2014 yang hanya berada di kisaran Rp 1,5 Trilyun. Katanya.

Saat ini pihak DPRD Tanah Bumbu sedang dalam tahapan pembahasan masalah Anggaran untuk tahun 2015 nanti.

Yang diketahui selama ini Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tanah Bumbu sebagai leading sector-nya masih dari bidang pertambangan, yang kemudian disusul oleh bidang perkebunan.

 

Pemkab Bantu KWT Tanbu

Kamis, 23 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Sedikitnya 10 Kelompok Wanita Tani (KWT) mendapatkan bantuan berupa sarana produksi pertanian dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu).

Bantuan tersebut disalurkan Pemerintah Daerah melalui Kantor Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu yang bekerjasama dengan jajaran pengurus Tim Pengerak PKK (TP-PKK) Tanbu.

Penyerahaan bantuan sarana produksi pertanian tersebut secara simbolis diberikan langsung oleh Ketua TP-PKK Tanbu, Hj. Erwinda Mardani  kepada perwakilan KWT Usaha Bersama di Desa Trimartani, Kecamatan Sungai Loban belum lama ini.

"Kami berharap melalui penyaluran  bantuan ini nantinya akan memberikan manfaat bagi kaum wanita. Khususnya anggota KWT dalam upaya meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah," kata Erwinda Mardani pada saat penyerahan bantuan tersebut.  

Melalui bantuan itu, kaum perempuan diharapkan lebih mampu membudayakan perilaku gemar menanam di sekitar kawasan pekarangan rumahnya masing-masing. Sehingga kebutuhan gizi keluarganya lebih tercukupi dari hasil pengolahan lahan pekarangan mereka sendiri.

"Lahan pekarangan  kita jangan dibiarkan tidur atau tidak dimanfaatkan.  Gunakanlah lahan tersebut untuk ditanami sayuran-sayuran dan buah-buahan agar kebutuhan gizi keluarga lebih tercukupi." Jelas Erwinda.

Jajaran pemerintah daerah bersama pengurus TP-PKK mengatakan bahwa mereka akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di Bumi Bersujud melalui program KWT. Selain dengan cara memberi bantuan sarana produksi pertanian pihaknya juga terus memberikan pembinaan dalam upaya meningkatkan pengetahuan KWT di lapangan.  

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Ketahanan Pangan Daerah Tanbu, Ir. Akhmad Fauzi melalui Kasi Konsumsi Keamanan dan Gizi Pangan, Erna Kalsum,Sp yang hadir dalam acara tersebut.

Sejak awal tahun 2014 ada 10 KWT dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu akan menerima bantuan sarana produksi pertanian dari TP-PKK  berupa bibit hortikultura atau bantuan bibit sayuran dan buah-buahan, bibit ikan, serta peralatan pertanian berupa herbisida, pupuk, paranet, terpal, polibek, dan cangkul.

Diharapkan dengan adanya bantuan tersebut dapat membantu para ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan pekarangannya menjadi lahan yang produktif bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya tapi juga bisa untuk memberikan nilai ekonomi bagi keluarganya.

Pemberian bantuan sarana produksi pertanian ini merupakan kegiatan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) dengan model Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang bertujuan untuk pemberdayaan wanita melalui kelompok tani di Bumi Bersujud Kabupaten Tanah Bumbu.

Bantuan yang disalurkan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014 pada Kantor Ketahanan Pangan Daerah dengan jumlah sebesar Rp. 339.995.000.

Dari 10 KWT yang menerima bantuan tersebut diantaranya KWT Anugerah Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir, KWT Mahkota Dewa Desa Karang Sari Kecamatan Kusan Hulu, KWT Baru Mekar Desa Segumbang Kecamatan Batulicin, KWT Kemangi Desa Baroqah Kecamatan Simpang Empat, KWT Rejo Asri Desa Rejowinangun Kecamatan Karang Bintang, KWT Sinar Mukti Desa Maju Mulyo Kecamatan Mantewe, KWT Mustika Makmur Desa Mustika Kecamatan Kuranji, KWT Tunas Harapan Desa Angsana Kecamatan Angsana, KWT Indah Lestari Desa Al-Kautsar Kecamatan Satui, dan yang terakhir adalah KWT Usaha Bersama Desa Tri Martani Kecamatan Sungai Loban.

 

Bidang Pertanian Kembangkan Klaster Padi Unggul

Rabu, 22 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Sebagai bentuk dari realisasi dari kerjasama antara Pemkab Tanah Bumbu dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan dalam rangka pengembangan klaster padi unggul, telah digelar panen peserta klaster musim tanam II tahun 2014 di Saring Sungai Binjai Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, Kamis (09/10/14) lalu.

Acara ditandai dengan peragaan panen bersama serta pemberian bantuan secara simbolis berupa mesin perontok padi, penyeterum tikus, terpal untuk memberantas padi oleh Kepala Divisi Akses Keuangan UMKM dan Komunikasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah II Kalimantan, Triatmo Doriyanto kepada 3 Gabungan Kelompok Tani yang ada di desa tersebut.

"Pemberian bantuan didasari atas penelitian yang dilakukan oleh pihak BI, dimana Gabungan Kelompok Tani tersebut memenuhi syarat untuk dijadikan klaster dalam pengembangan padi unggul, diantaranya legalitas lahan pertanian yang lengkap, keaktifan kelompok tani disertai administrasi tani oleh kelompok tersebut," ungkap Kabag Ekonomi Kabupaten Tanah Bumbu, Suhartoyo.

Ditambahkannya, "selain itu potensi pertanian lebih produktif ditunjang dengan kondisi tanah pertanian yang layak selama masa penggarapannya."

Masih menurut Suhartoyo, selama berjalannya kerjasama tersebut, para petani yang terlibat dalam pengembangan klaster padi unggul, segala bantuan yang menjadi kebutuhan petani akan diberikan secara bertahap oleh Bank Indonesia, dimulai dari proses tanam sampai pada produksi tanam.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming melalui sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, H. Rahmad mengatakan, Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi dengan dilaksanakannnya kegiatan Panen Klaster MT II tersebut.

Kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan Bank Indonesia itu merupakan program kerja Tahun 2014, terkait sinergi program pengembangan klaster padi unggul di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Melalui program pengembangan Klaster padi unggul tersebut, memiliki tujuan untuk meningkatkan nilai dari setiap siklus produksi, pengolahan dan distribusi komoditas padi atau beras, sehingga memberi manfaat bagi kesejahteraan Gapoktan tersebut," ujar H. Rahmad.

Menurut H. Rahmad, program itu juga merupakan program pembangunan bidang pertanian berkelanjutan dan berdaya saing, terutama dengan adanya berbagai bentuk dukungan dan bantuan yang telah diberikan, kiranya para Gapoktan mampu meningkatkan jumlah produksi, kualitas beras dan menciptakan serapan tenaga kerja dengan adanya program klaster.

"Melalui program Klaster ini, diharapkan Gapoktan mampu menjadikan Kabupaten Tanah Bumbu sebagai satu lumbung padi di Kalimantan Selatan, sehingga para petani di daerah ini tidak hanya berhasil dalam mendukung kualitas pertanian daerah, akan tetapi juga mampu mewujudkan kesejahteraannya," pungkasnya.

 

Target Produksi Padi Tanbu Mencapai 98.164 Ton GKG

Kamis, 16 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Pemkab Tanbu di tahun 2014 ini mentargetkan jumlah produksi padi mencapai 98.164 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Diharapkan Target produksi GKG  sebesar itu mampu terproyeksikan dari pengembangan areal tanam seluas 24.086 hektar, dengan prediksi luas panen sekitar 23.236 hektar.

Dengan target produksi sebesar 98.164 ton GKG itu berarti melampaui produksi pada tahun 2013  lalu yang hanya mencapai 97.377 ton GKG dengan luas tanam 23.142 hektare dan realisasi luas panen sekitar 23.165 hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Tanbu, Abdul Karim melalui Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Pangan, Sri Yuliati, Kamis (8/10) lalu mengatakan, "Kami yakin 2014 target produksi sebesar 98.164 ton akan bisa tercapai. Seiring terus berlangsungnya program pembinaan yang dilakukan pemerintah daerah terhadap petani." Katanya.

“Sebagai langkah awal demi terwujudnya target produksi tersebut, sejak awal tahun 2014 pemerintah daerah melalui Distanpanak telah menyalurkan berbagai macam bantuan berupa alat mesin pertanian (Alsintan) seperti hand traktor, pompa air, dan mesin pengolah lahan kering kepada kelompok tani.” Jelasnya.

Ia juga menambahkan melalui bantuan tersebut diharapkan luas tanam dan hasil pengolahan tanah petani jadi lebih meningkat dan lebih berkualitas sehingga berdampak terhadap jumlah hasil panen yang semakin melimpah. Pungkasnya.

Bupati Tanbu, Mardani H. Maming juga mengharapkan melimpahnya hasil panen petani tahun 2014 ini menyusul banyaknya bantuan Alsintan dari pemerintah daerah dapat mendorong program nasional berupa target swasembada beras pada tahun 2018. Ungkap Bupati.

Harapan itu disampaikan oleh Mardani H. Maming pada saat pelaksanaan panen raya bersama petani di Desa Saring Sungai Bubu Kecamatan Kusan Hilir  belum lama tadi.

"Untuk itulah kita perlu terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi terkait usaha pertanian.  Agar target swasembada beras tahun 2018 nantinya tercapai dan sekaligus menjadi pendorong peningkatan kesejahteraan keluarga petani." Katanya.

Panen raya yang berlangsung di Desa Saring Sungai Bubu adalah panen padi sawah dari jenis varietas Makongga yang dihasilkan petani. Luas panen padi ini ada sekitar 100 hektare  dengan potensi hasil panen rata-rata 6 ton per hektarenya.

 

Pasar Murah Untuk Masyarakat Kurang Mampu

Kamis, 09 Oktober 2014 03:19 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Tanah Bumbu menjelang hari-hari besar keagamaan yang biasanya barang kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan harga dibandingkan hari-hari biasanya, Pemkab Tanbu melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah berkerjasama dengan TP PKK Kabupaten Tanah Bumbu akan melaksanakan kegiatan pasar murah di seluruh Kecamatan di Tanah Bumbu.

Dengan adanya pasar murah ini Pemkab berharap ibu-ibu rumah tangga yang tergolong keluarga kurang mampu tidak merasa terbebani lagi dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di beberapa toko atau pedagang. Apalagi momentum kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

H. Andi Hasdar, SE, MM selaku Kepala Disperindagkop dan UKM Tanah Bumbu, melalui H. Akhmad Heriansyah, S.Pt, MM selaku Kepala Bidang Perdagangan, Selasa (7/10) di Batulicin, mengatakan pasar murah yang dilaksanakan tersebut merupakan lanjutan dari pasar murah hari besar keagamaan. Kegiatan pasar murah tersebut rencananya akan dilaksanakan di 10 Kecamatan pada bulan Oktober tahun ini.

Heriansyah mengatakan, Bulan Oktober tahun ini Disperindagkop dan UKM Tanah Bumbu melalui Bidang Perdagangan  akan melaksanakan 5 kali pasar murah. Adapun sejumlah tempat yang akan menjadi sasaran dilaksanakannya pasar murah hari-hari besar keagamaan tersebut yaitu :

NO

TANGGAL

DESA

KECAMATAN

1

09 OKTOBER 2014

DS. SUNGAI CUKA

DS. ANGSANA

DS. SARI UTAMA

KEC. SATUI

KEC. SATUI

KEC. SUNGAI LOBAN

2

14 OKTOBER 2014

DS. RINGKIT

DS. ANJIR BARU

DS. BETUNG

KEC. KURANJI

KEC. KUSAN HULU

KEC. KUSAN HILIR

3

16 OKTOBER 2014

DS. MENTEWE

DS. KARANG BINTANG

KEC. MENTEWE

KEC. KARANG BINTANG

4

21 OKTOBER 2014

DS. KERSIK PUTIH

KEC. BATULICIN

5

23 OKTOBER 2014

DS. BERSUJUD

KEC. SIMPANG EMPAT

Diharapkan melalui kegiatan pasar murah ini pula dapat meringankan beban warga kurang mampu. Karena selisih harga Rp. 1000 hingga Rp. 5000 sangat berarti bagi mereka, ujar Heriansyah.

 

Kemarau, Tanbu Tetap Panen

Rabu, 01 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Walaupun musim kemarau melanda di beberapa wilayah di Indonesia, warga Kabupaten Tanah Bumbu tetap bisa melaksanakan panen raya yang bertempatkan di Desa Saring Sungai Bubu Kecamatan Kusan Hilir dan di hadiri langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, (30/9/) kemarin.

Sebanyak 16 Kelompok Tani di desa tersebut menggelar panen raya. Selain dihadiri Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, juga hadir  beberapa Kepala SKPD, Camat dan Kepala Desa setempat.

Dalam kesempatan ini Mardani H Maming mengungkapkan, bahwa akan memperlengkapi lagi berbagai sarana untuk keperluan para petani seperti penambahan sarana irigasi, mesin pompa air, serta traktor tangan agar lebih mempermudah dan maksimalkan lagi kinerja para petani.

Terkait panen raya di musim kemarau ini, menurut Mardani dikarenakan letak wilayah desa Saring Sungai Bubu yang dekat dengan aluran sungai Kusan, sehingga desa tersebut bisa memanfaatkan air sungai itu untuk mengairi area-area persawahan para petani di desa tersebut.

Pemerintah Tanah Bumbu pada kesempatan itu juga memberikan bantuan berupa dana tunai kepada beberapa Kelompok Tani.

 

Pendataan Jumlah Koperasi Kabupaten Tanah Bumbu

Jumat, 26 September 2014 01:13 administrator Berita - Perekonomian
Cetak

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM melakukan pendataan jumlah Koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Pendataan tersebut dilakukan dengan tujuan salah satunya untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pertumbuhan ekonomi yang digerakkan langsung oleh masyarakat.  

Dari proses pendataan yang dilakukan terhadap 302 unit usaha koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, dan diketahui ada sebanyak 44 unit usaha koperasi yang tergolong tidak aktif.

Karenanya, untuk kembali menggeliatkan dinamika perkoperasian di Bumi Bersujud Pemda terus berupaya melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu khususnya koperasi-koperasi yang diketahui kurang aktif, disamping terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop).

"Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop) harus terus kita sosialisasikan agar usaha koperasi bisa bangkit dan terus berkembang dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dan pendataan yang kami lakukan tak lain untuk mengetahui sejauh mana koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu ini mampu untuk berkontribusi terhadap proses peningkatan kesejahteraan masyarakat serta untuk mengetahui koperasi mana saja yang masih sehat, dan mana yang sudah lesu atau bahkan mati, bahkan yang sudah tidak layak lagi dijalankan,"sebut Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Hasdar melalui Kabid Koperasi dan UKM, Fahrurazi.

Melalui pendataan itu, khusus koperasi yang usahanya tidak aktif akan dimintai keterangan terkait berbagai kendala yang dihadapi selama ini, sehingga koperasi yang dikelola tidak lagi beroperasi.

Selanjutnya Pemda akan memberikan solusi baik berupa penyaluran bantuan modal usaha dari dana APBN  atau APBD, dan bentuk pembinaan dan pendampingan agar masing-masing koperasi dapat kembali menjalankan usahanya. Setiap tiga bulan sekali usaha koperasi juga wajib melaporkan perkembangan hasil usahanya kepada pemerintah daerah. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mempermudah proses evaluasi eksistensi usaha koperasi secara berkelanjutan.

Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming sejauh ini juga menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan koperasi di Kabupaten Tanah Bumbu, ia berharap usaha koperasi di Kabupaten Tanah Bumbu dapat berkembang dan mampu menjadi salah satu lembaga yang turut serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi saat ini imbuhnya, potensi Sumber Daya Alam (SDA) dapat dikelola masyarakat melalui koperasi.

"Saat ini tidak sedikit sektor usaha pengelolaan SDA di Kabupaten Tanah Bumbu yang bisa dikembangkan oleh masyarakat melalui usaha koperasi, baik di sektor pertambangan, sektor perkebunan, perikanan dan kelautan serta sejumlah sektor lainnya. Inilah pentingnya keberadaan koperasi sebagai salah satu media pendorong pergerakan dan pertumbuhan  ekonomi masyarakat dan daerah," jelasnya.

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|