Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
Realisasi Bantuan Sekolah Gratis Tahun …
Realisasi  Bantuan Sekolah Gratis Tahun 2013

Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai...

Administrator 20 Jul 2014 Hits:1002 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:1194 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:1033 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Maju Desaku

Pemuda Australia Bakal Magang Profesional di Desa Mattone

Rabu, 17 Desember 2014 00:30 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Guna mendorong Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) khususnya di Desa Mattone Kampung Baru Kecamatan Kusan Hilir pada tanggal 21-12-14 s.d 10-01-2015 pemuda Australia didampingi Pemuda Indonesia akan menggelar sebuah proyek pemberdayaan masyarakat atau magang profesional.

Magang profesional merupakan program pertukaran pemuda Indonesia Australia (PPIA) atau di Australia disebut AIYEP (Australia Indonesian Youth Exchange Program).

Disamping itu, Magang profesional merupakan upaya peningkatan peran kepemudaan bagi pembangunan daerah dan mencetak pemuda-pemuda yang meliliki kapasitas serta daya saing agar bisa memberi kontribusi pada negeri ini.

Kegiatan tersebut, di motori oleh Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata ( Disporbudpar) Kabupaten Tanah Bumbu.

Kabid pemuda dan olahraga, Hery kurbiansyah, S.sos. mengatakan bahwa program tersebut secara periodik terselenggara atas kerja sama pemerintah Indonesia dengan Australia yang di tingkat Nasional, dibawah koordinir Kementrian Pemuda dan Olahraga yang bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga serta PCMI (Purna Caraka Muda Indo) disetiap Provinsi se-Indonesia.

Hery Kurbiansyah, berharap program pertukaran pemuda Indonesia dan Australia, dapat mendorong dan memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat Tanbu khususnya warga Desa Matone Kecamatan Kusan Hilir.

Berdasarkan data yang disampaikan Kabid Pemuda dan Olahraga Kab. Tanah Bumbu, bahwa peserta berjumlah 36 orang yang terdiri dari 18 orang pemuda Indonesia dan 18 orang pemuda dari Australia.

Kegiatan tersebut, dibagi kedalam dua fase, fase Australia dan fase Indonesia dan masing-masing fase akan dibagi lagi yaitu di Kota dan di Desa.

Ia mengatakan Fase pertama dilaksanakan di Australia terlebih dahulu, disana aktivitas utama peserta baik di Desa maupun di Kota yaitu tinggal bersama keluarga angkat atau host family, kerja magang profesional dan mempromosikan budaya Indonesia dalam bentuk pertunjukan budaya.

Adapun, Pada fase di Indonesia aktivitas akan sangat berbeda jauh, jika di Australia peserta akan menjalankan kegiatan di Kota terlebih dahulu beda halnya dengan di Indonesia.

Untuk diketahui, Para peserta akan menjalani kegiatan di Desa terlebih dahulu selain itu para peserta dari Indonesia yang sudah pulang dari Australia akan berpasangan dengan 1 orang Australia. (rsb)

 

Peran Penting BPD Dalam Pembangunan di Desa

Selasa, 02 Desember 2014 01:25 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan di wilayah perdesaan. Bersama dengan Pemerintahan Desa, BPD harus mendengar dan menjaring semua suara masyarakat terkait pembangunan yang diinginkan oleh masyarakat di desa tersebut.

Seperti yang dikatakan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tanah Bumbu, Drs. H.M. Idj’rai, M.Pd  saat melantik 4 BPD di Kecamatan Karang Bintang, Selasa (25/11/14) lalu. Ke empat BPD yang dilantik tersebut yaitu BPD Selaselilau, BPD Maju Sejahtera, BPD Pematang Ulin, dan BPD Karang Bintang.

Menurut Idjrai,  demi terjadinya percepatan pembangunan di desa, maka diperlukan sinergitas antara BPD dan Pemerintahan Desa dengan tidak mengenyampingkan aspirasi yang berkembang di masyarakat desa.

Idjrai menjelaskan BPD yang dilantik ini merupakan wakil  masyarakat desa yang dipilih mewakili masyarakat di desa yang juga sebagai bagian dari pemerintahan desa dalam hal penyelenggaraan pemerintahan di desa.

“BPD adalah  wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah. BPD bersama Kepala Desa berfungsi menetapkan peraturan desa serta berupaya menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa.” Jelasnya.

Dengan demikian Pemerintah Daerah berharap kepada BPD agar bekerja dan melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh serta penuh tanggung jawab sesuai dengan fungsi dan tugasnya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai wujud keseriusan Pemerintah Daerah dalam rangka mendukung percepatan pembangunan di desa, maka Pemerintah Daerah setiap tahunnya  telah mengalokasikan dana desa atau ADD. Dan rencananya pada tahun 2015, Pemkab akan mengucurkan dana sebesar Rp 1 milyar per desa.

Kemudian terkait  pengelolaan ADD, hendaknya  Kepala Desa dan BPD dapat mengikuti dan menjalankan seluruh prosedur serta mekanisme pengelolaan keuangan ADD sehingga pelaksanaannya dapat lebih efektif, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan secara baik dan benar  sesuai peraturan-peraturan yang berlaku.

 

ADD Untuk Sektor Produktif

Selasa, 02 Desember 2014 00:22 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Wakil Bupati Tanah Bumbu, H. Difriadi Darjat meminta penggunaan  Alokasi Dana Desa (ADD) yang disalurkan oleh Pemkab Tanah Bumbu ke masing-masing desa agar diarahkan ke sektor-sektor produktif yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurut Wabup, dengan diarahkannya ADD ke sektor produktif maka percepatan pembangunan dalam upaya menyejahterakan masyarakat pedesaan dapat terwujud.

Sektor produktif yang dimaksud tersebut yaitu penggunaan dana desa lebih mengutamakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat desa.

“Sebagai contoh dari sektor produktif yaitu membangun jalan desa, penyaluran bibit tanaman, pemberdayaan masyarakat pedesaan, hingga menumbuhkembangkan sektor usaha masyarakat pedesaan,” ujar Wabup dalam sambutannya usai melantik 9 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kantor Bupati Tanah Bumbu, Gunung Tinggi, Kamis (27/11/14).

Dikatakan Wabup, pembangunan yang tidak terlalu mendesak hendaknya dapat ditunda terlebih dahulu. Apalagi pembangunan tersebut tidak terlalu berdampak langsung kepada masyarakat.

“Pembangunan  pintu gerbang desa yang memerlukan dana besar bisa ditunda pembangunannya dan lebih baik digunakan ke arah sektor yang menyejahterakan masyarakat desa dan meningkatkan mutu pelayanan untuk masyarakat,” ujar Wabup.

Pemkab Tanah Bumbu pada tahun 2015 rencananya akan menyalurkan dana sebesar Rp 1 milyar per  1 desa dalam rangka percepatan pembangunan di wilayah perdesaan.

Di sisi lain, Wabup meminta agar pemerintahan desa, Kepala Desa (Kades), bersama dengan BPD untuk menyusun sebanyak-banyaknya program pembangunan yang menyejahterakan masyarakat.

Kemudian Wabup juga berharap kades dan BPD  dapat menjalin komunikasi yang harmonis dan dinamis.

“Kades dan BPD berperan penting dalam percepatan pembangunan di desa, karena kades dan BPD merupakan satu kesatuan dalam menjalankan roda pemerintahan di desa,” ujar Wabup.

Adapun 9 BPD yang dilantik yaitu BPD Danau Indah Kecamatan Batulicin, BPD Segumbang Kecamatan Batulicin, BPD Pasar Baru, BPD Gusunge dan BPD Betung Kecamatan Kusan Hilir, BPD Sungai Danau dan BPD Wonorejo Kecamatan Satui, BPD Pandan Sari dan BPD Manunggal Kecamatan Karang Bintang. (relhum)

 

Tanbu Bina Evaluasi Program P2W-KSS dan GSI

Selasa, 21 Oktober 2014 00:00 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Kabupaten Tanah Bumbu menggelar evaluasi pembinaan program P2W-KSS dan GSI tingkat provinsi Kalimantan Selatan 2014 yang dilaksanakan di Desa Martani Kec. Sungai Loban, kamis (16/10) lalu. Pembinaan tersebut sebagai langkah program Peningkatan Peranan Wanita- Keluarga Sehat Sejahtera dan Gerakan Sayang Ibu dalam pembangunan, dalam upaya mengembangkan SDM, SDA dan lingkungan untuk mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat, sejahtera dan bahagia dalam rangka pembangunan masyarakat dengan wanita sebagai penggeraknya.

Dalam kesempatan ini Pemkab Tanbu dalam sambutannya mengatakan, ibu-ibu rumah tangga perlu diberi tambahan pengetahuan dan keterampilan, sehingga bisa mengelola kesehatan keluarga dengan baik serta mengelola sumber-sumber penghasilan keluarga untuk menunjang perekonomian keluarganya.

“Terlepas dari keberhasilan-keberhasilan yang dicapai pada pelaksanaan program P2W-KSS di Desa Tri Martani Kecamatan Sungai Loban, kami berharap kepada tim pembinaan dan evaluasi P2W-KSS dan GSI Provinsi Kalimantan Selatan, apabila mendapatkan temuan yang diperoleh di lapangan kiranya dapat segera disampaikan kepada kami, sebagai bahan masukan untuk di evaluasi dan diperbaiki, sehingga apa yang menjadi harapan kita kedepannya dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera dan mandiri dapat segera terwujud”, ujarnya.

Selanjutnya dalam sambutannya Pemkab juga menjelaskan, “terpilihnya Desa Tri Martani Kecamatan Sungai Loban, sebagai lokasi pembinaan evaluasi Program P2W-KSS dan GSI ini karena Pemkab menilai selama ini warga masyarakatnya, khususnya kaum perempuan yang ada di daerah tersebut telah berpartisipasi aktif dalam melaksanakan kegiatan yang menunjang pada peningkatan ekonomi produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga”, jelasnya.

 

Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa

Senin, 13 Oktober 2014 02:15 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia (SDM) bagi aparatur, khususnya yang ada di desa-desa Kabupaten Tanah Bumbu, Pemkab Tanbu menggelar sebuah Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Keuangan Desa yang diharapkan nantinya mampu memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat dan warga pedesaan tentang teknis pengelolaan keuangan di desanya masing-masing.

Seperti yang kita ketahui, kebijakan pengelolaan keuangan dan alokasi dana desa (ADD) merupakan hal baru, yang memerlukan kesiapan seluruh unsur yang terlibat, termasuk kepala desa dan perangkatnya.

Untuk itulah, Pemkab Tanbu menggelar sosialisasi agar aparat dan perangkat desa lainnya, dapat lebih memahami secara mendalam aturan dan petunjuk teknis, baik dalam pelaksanaan, maupun pengelolaan keuangan desa tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam sambutannya mengatakan “gagalnya pengelolaan keuangan desa, akan berdampak pada pembangunan di perdesaan, oleh karena itu dalam kesempatan ini saya meminta perhatian serius kepada para peserta sosialisasi, agar dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya”.

Selanjutnya pada kegiatan yang dilaksanakan di Mahligai Bersujud Kapet Batulicin, Rabu (08/10) kemarin, Pemkab juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan peningkatan efektivitas dan efesiensi penyelenggaraan pemerintahan desa, dalam pengelolaan keuangan desa dan pemberdayaan masyarakat di desa, antara lain :

Pertama, Kepada kepala desa beserta perangkatnya hendaknya mampu memahami dengan benar tentang sosialisasi kita hari ini, sehingga kemampuan dalam pengelolaan keuangan desa dan penyelenggaraan pemerintahan desa pada umumnya dapat meningkat dan lebih optimal.

Kedua, Mendorong agar terbuka kesempatan bagi segenap warga desa dalam proses pengambilan keputusan melalui proses penjaringan aspirasi, agar program-program pembangunan yang dikembangkan pemerintahan desa dan kelurahan sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat.

Dan Ketiga, melalui sosialisasi ini saya juga berharap akan mampu memotivasi seluruh aparat desa, agar penataan managemen pemerintahan di desa bisa lebih baik, efektif dan efesien, transparan serta akuntabel.

“Sehingga dengan demikian diharapkan proses penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat dapat menjadi lebih optimal dan berhasil serta berdaya guna”, tutupnya.

 

Pemkab Tanbu Lantik 11 BPD di Kecamatan Sungai Loban

Minggu, 31 Agustus 2014 10:54 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melantik 11 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) diwilayah Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanbu, Kamis (28/8) kemaren.

Acara berlangsung di Halaman Kantor Kecamatan Sungai Loban dihadiri oleh beberapa unsur Muspika Kecamatan berserta masyarakat yang turut menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.

Dari 11 Desa yang di lantik meliputi :
1.    Desa Sebamban Lama
2.    Desa sebamban Baru
3.    Desa Kerta Buana
4.    Desa Tri Martani
5.    Desa Batu Meranti
6.    Desa Tri Mulya
7.    Desa Sungai Dua Luat
8.    Desa Marga Mulya
9.    Desa Sungai Loban
10.    Desa sari Utama
11.    Desa Marga Utama.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs.H.M Ijrai mengatkan, Ketua dan anggota BPD yang dilantik merupakan wakil masyarakat yang dipilih mewakili masyarakat, untuk duduk dalam badan permusyawaratan Desa.

Dimana BPD merupakan bagian dari Pemerintahan Desa yang merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa yang berfungsi menetapkan peraturan Desa serta berupaya menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa.

“Dengan demikian maka pemerintahan Desa dituntut untuk mampu menumbuhkankembangkan partisifasi dan peranserta masyarakat dalam proses pemerintahan serta pembangunan.”ujarnya.

Ijrai menambahkan, sebagai unsur pemerintahan Desa, Kepala Desa dan BPD merupakan mitra, untuk menunjang hal tersebut. Kepala Desa dan BPD diharapkan dapat membangun komunikasi yang harmonis, sekaligus bersinergi dengan tetap dan terus melakukan koordinasi maupun konsultasi, serta bekerjasama dalam penyelenggaraan pemerintahan , pelaksanaan pembangunan, serta pembinaan kemasyarakatan di Desa.

Untuk menunjang proses penyelenggaraan pemerintahan Desa, Pemkab Tanah Bumbu terus memperhatikan terhadap kesejahteraan aparatur Desa.

Adapun rencana Pemkab Tanah Bumbu dalam peningkatan kesejateraan terhadap aparatur Desa  sudah mendapat persetujuan dari DPRD Tanah Bumbu, maka dalam tahun ini para aparatur sudah mendapatkan atas keanaikan insentif tersebut.

“Atas kenaikan insentif tersebut tentunya memilki konsekwensi moril dan komitmen atas kinerja yang diharapkan pemerintah daerah dalam artian peningkatan kesejahteraan yang sudah diperjuangkan harus disertai dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,”ungkapnya.

 

Paten Gratis Untuk Masyarakat Kecamatan Kusan Hilir

Rabu, 27 Agustus 2014 01:18 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Mulai Maret 2014 Pemerintah Kecamatan Kusan Hilir telah memberikan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) kepada warganya.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) dan Keputusan Menteri Dalam Negeri, Nomor 138-270 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten).

Kabupaten Tanah Bumbu juga telah melaksanakan pelayanan tersebut di beberapa Kecamatan. Di awali dari Kecamatan Kusan Hulu, Kecamatan Satui, dan menyusul Kecamatan Kusan Hilir.

Eryanto Rais, M.M, selaku Camat Kusan Hilir menyatakan dalam program Paten ini, Kecamatan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin mengurus berkas, baik yang berupa perizinan, maupun non perizinan. Adapun jenis perizinan yang dilimpahkan kepada camat sesuai Perbup No. 3 Tahun 2012, meliputi Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dengan luas maksimal 200 meter persegi, izin gangguan untuk usaha yang berdampak lingkungan kecil, izin membuka usaha salon skala kecil, izin membuka usaha rumah makan, izin reklame, Izin Usaha Perdagangan (IUP) skala kecil dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Sedangkan untuk non perizinan meliputi rekomendasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di atas 200 meter persegi, rekomendasi izin gangguan untuk usaha yang berdampak lingkungan sedang dan besar, rekomendasi surat pengantar pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), rekomendasi surat keterangan pendaftaran penduduk sementara, rekomendasi surat pengantar keterangan pindah, merekomendasikan proposal yang diajukan masyarakat, rekomendasi pengantar pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), rekomendasi survei penelitian, dan rekomendasi lainnya yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Ia juga mengatakan program ini dilaksanakan dalam rangka mendekatkan pelayanan dan mempermudah masyarakat dalam melakukan pengurusan berkas karena masyarakat tidak perlu repot untuk datang ke dinas yang bersangkutan.

Selain itu, bagi warga yang ingin membayar retribusi IMB dan lainnya cukup menyetorkan ke bendahara penerima yang sudah ditempatkan di kecamatan. Hal ini tentu akan memberikan efisiensi waktu dan biaya bagi masyarakat.

Eryanto juga menegaskan bahwa pelayanan dalam Paten ini diberikan secara gratis tanpa ada pungutan biaya. Tegasnya.

Menurut keterangan Eryanto, untuk Kecamatan Kusan Hilir antusiame masyarakat dalam memanfaatkan Paten ini sudah bagus, khususnya mereka yang ingin mengurus izin tempat usaha dan perpanjangan izin usaha.

Hal ini terlihat dari jumlah warga yang datang, yaitu sekitar 5 hingga 10 orang perharinya untuk melakukan pengurusan tersebut.

“Sebagai Camat Kusan Hilir yang baru, saya berharap agar masyarakat benar-benar merasa terbantu dengan adanya Paten yang dapat mempermudah baik dari segi aksesibilitas, mobilitas, dan efektivitasnya,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat Kusan Hilir agar tidak segan dan malu untuk datang ke kecamatan. Pihaknya juga terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dan keramahan petugas kepada masyarakat.

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Selanjutnya > Akhir >>

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|