Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
Realisasi Bantuan Sekolah Gratis Tahun …
Realisasi  Bantuan Sekolah Gratis Tahun 2013

Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai...

Administrator 20 Jul 2014 Hits:26 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:748 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:673 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Maju Desaku

Kades dan BPD Diminta Dapat Menjadi Salah Satu Motor Penggerak Kemandirian Desa

Jumat, 18 Juli 2014 00:00 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam sambutannya pada saat acara pelantikan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Kersik Putih yang dilaksanakan pada hari Senin 14 Juli 2014 menjelaskan bahwa setiap ketua BPD yang di lantik, adalah merupakan wakil masyarakat yang telah dipilih mewakili masyarakat untuk duduk dalam badan permusyawaratan desa, yang juga sebagai bagian dari pemerintahan desa, sekaligus merupakan lembaga perwujudan demokrasi, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Sedangkan para anggota BPD yang di lantik itu merupakan wakil dari penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah.

Pemerintah meminta perhatian secara khusus kepada para peserta, agar dapat bekerja dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, serta penuh tanggungjawab sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pemerintah berharap Kades dan BPD dapat menjadi mitra yang solit serta membangun komunikasi yang harmonis, sekaligus bersinergi dengan tetap dan terus melakukan koordinasi maupun konsultasi, serta bekerja sama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan serta pembinaan kemasyarakatan di desa.

Selanjutnya dalam rangka pelaksanaan Alokasi Dana Desa (ADD), di harapkan dapat mengikuti dan menjalankan seluruh prosedur serta mekanisme pengelolaan keuangan ADD, sehingga pelaksanaannya dapat lebih efektif, transparan dalam penggunaan keuangan, serta pengelolaannya dapat dipertanggung jawabkan secara baik dan benar sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Serta mampu menggalakkan upaya pemberdayaan seluruh komponen yang ada di desa, baik kelembagaan kemasyarakatan maupun warga masyarakat desa secara keseluruhan, sehingga dapat menjadi salah satu motor penggerak dalam mendorong terwujudnya kemandirian desa, baik dari aspek sosial maupun aspek ekonomi dalam kerangka strategi pembangunan daerah.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan
selamat dengan diiringi harapan, semoga pelantikan Badan Permusyarawatan Desa kali ini mampu meningkatkan mutu pelayanan dan optimalisasi kinerja aparat desa secara profesional serta berkualitas.

 

Teknologi Tepat Guna Diharapkan Dapat Memecahkan Berbagai Persoalan yang Dihadapi Oleh Masyarakat

Kamis, 19 Juni 2014 14:36 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

Seperti kita ketahui jumlah penggunaan teknologi tepat guna oleh masyarakat hingga saat ini terus meningkat dan berkembang.Realita ini menunjukkan bahwa pemasyarakatan dan penggunaan teknologi tepat guna dikalangan masyarakat sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.

Oleh karena itu, BPMPD Kabupaten Tanah Bumbu menggelar suatu Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2014 yang di langsanakan pada hari Senin, 09 Juni 2014 lalu, di Aula Mahligai Bersujud (Kapet) Kec. Simpang Empat Kab. Tanah Bumbu.

Pergelaran ini bertujuan untuk menyeleksi atau memilih mereka yang nantinya akan di jadikan peserta mewakili kabupaten tanah bumbu dalam acara “Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG)” Nasional Ke-16 di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.

Pergelaran ini mendapatkan dukungan dan respon positif dari pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu. Namun Pemerintah menginginkan penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna tersebut senantiasa berbasis pada kebutuhan masyarakat, potensi dan kearifan lokal, dengan mengacu pada nilai-nilai sosial budaya yang berakar pada adat istiadat dan syariat.

Dengan demikian diharapkan kepada para penemu/pengembang, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, akademisi, lembaga-lembaga peneliti, maupun pemerhati Teknologi Tepat Guna, harus secara inovatif merancang-bangun Teknologi Tepat Guna yang berkemampuan untuk dapat memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Pemerintah Daerah berharap melalui pelaksanaan Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Tahun 2014 ini, mampu menjaring ide-ide kreatif dan inovatif yang merangsang keinginan masyarakat untuk menemukan TTG, baik dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, instansi pemerintah, swasta dan lainnya, guna menghasilkan produk inovasi TTG dan menjaring hasil teknologi yang dapat memacu percepatan pengembangan dunia usaha.

Sehingga proses adopsi dan inovasi teknologi dapat menumbuh-kembangkan industri kecil dan menengah, yang pada akhirnya bermuara pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan menambah pendapatan asli daerah.

Lomba Inovasi ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu barometer terhadap kemajuan TTG yang telah dikembangkan di kalangan masyarakat.

Demi  kelanjutan pelaksanaan Lomba Inovasi ini pemerintah meminta kepada semua unsur-unsur terkait yang membidangi program penerapan dan pengembangan TTG di Kabupaten Tanah Bumbu agar dapat membuat terobosan-terobosan baru dengan memperbanyak melakukan penelitian, rancang-bangun dan inovasi-inovasi baru sehingga akan muncul TTG yang berkualitas unggul dari hasil karya cipta masyarakat.

 

Tanbu Anggarkan ADD Sebesar Rp 29 Milyar

Kamis, 03 April 2014 06:32 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu)  menganggarkan dana ADD (Alokasi Dana Desa) sebesar Rp 29,282,320,582 untuk tahun 2014 ini.

Anggaran ADD sebesar itu di proyeksikan bagi upaya pemerintah daerah untuk mendorong percepatan dinamika pembangunan daerah khususnya di wilayah perdesaan.

Secara simbolis, penyerahan dana ADD telah dilakukan Bupati Tanbu Mardani H. Maming kepada 10 perwakilan pemerintah desa, Kamis (20/2) lalu di Mahligai Bersujud, Kapet Batulicin.

Mardani menyebutkan, anggaran ADD yang digulirkan pemerintah daerah untuk tahun 2014 ini jumlahnya lebih besar dari realisasi tahun lalu yang hanya sekitar Rp24.000.000.020. Lonjakan anggaran ADD ini ungkap Mardani tak terlepas dari komitmen pemerintah daerah yang akan terus berupaya untuk mempercepat proses dinamika pembangunan daerah di wilayah perdesaan, sekaligus pula diarahkan bagi upaya untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Seperti  halnya realisasi pada tahun sebelumnya sambungnya, besaran anggaran ADD yang akan diserahkan ke masing-masing desa di Tanbu juga bervariasi, di mana ketentuan ini didasarkan pada azas pemerataan dan azas berkeadilan.

“Fakta bahwa kemajuan pembangunan desa yang satu dengan desa lainnya berbeda-beda, termasuk juga kemampuan ekonomi dan potensi desa yang beragam menjadi dasar penetapan besaran anggaran ADD yang bervariasi”, sebut Mardani sembari menambahkan, ada beberapa variabel penentu yang menjadi dasar bervariasinya anggaran ADD yang diterima masing-masing desa.

Variabel itu meliputi, luas wilayah, jumlah penduduk, ketersediaan sarana dan prasarana desa, keterjangkauan wilayah desa dengan pusat-pusat pelayanan publik seperti fasilitas kesehatan masyarakat, lembaga pendidikan dan sejumlah sarana pelayanan publik lainnya, serta keterjangkauan dan rentang kendali pelayanan administrasi pemerintahan desa, kecamatan dan kabupaten.

Untuk diketahui, 10 desa yang secara simbolis telah menerima dana ADD dari Bupati Mardani H. Maming yakni Desa Harapan Jaya Kecamatan Kusan Hulu, Desa Penyolongan Kecamatan Kusan Hilir, Desa Maju Makmur Kecamatan Batulicin, Desa Sungai Cuka Kecamatan Satui, dan Desa Sumber Sari Kecamatan Sungai Loban.

Selanjutnya, Desa Sungai Dua, Kecamatan Simpang Empat, Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintang, Desa Sido Mulyo Kecamatan Mantewe, Desa Karang Indah Kecamatan Angsana, dan Desa Karang Intan Kecamatan Kuranji.

Sesuai petunjuk teknis (juknis) yang sudah ditetapkan pemerintah daerah beber Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Tanbu H.Superiadi melalui Kepala Bidang Pemerintahan Desa Ayatullah Chotim, penyaluran dana ADD oleh pemerintah daerah diarahkan untuk membiayai seluruh program pemerintahan desa dalam upaya  pemberdayaan masyarakat, sekaligus sebagai implementasi program peningkatan pelayanan publik perdesaan, sesuai dengan kewenangan dan tugas pokok serta fungsi dari pemerintahan desa sebagai mana diamanatkan oleh  UU Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Desa.

“Dana ADD ini juga diproyeksikan untuk meningkatkan SDM aparatur pemerintahan desa dalam mengelola sistem administrasi lembaga kemasyarakatan desa khususnya yang menyangkut teknik pengolahan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan di desa dengan lebih mengedepankan pemerataan kesempatan kerja bagi masyarakat”, ungkap Ayatullah.

Dalam tatanan implementatif, sambungnya, penyaluran dana ADD ini juga merupakan implementasi dari PP Nomor : 72 Tahun 2005 tentang  Desa, Permendagri Nomor: 37 Tahun 2007 tentang Sistem Pengelolaan Keuangan Desa, Perda Kabupaten Tanbu Nomor : 2 Tahun 2008 tentang Keuangan Desa, Perbup Nomor :  6 Tahun 2011 tentang ADD, serta Keputusan Bupati Tanbu Nomor : 188.45/47/BPMPD/ 2014 tentang Penetapan Jumlah ADD dan Bantuan Keuangan Kepala Desa Tahun Anggaran 2014.

“Dan untuk diketahui, bahwa penyaluran dana ADD tahap pertama yang diserahkan secara simbolis dan menyusul semua desa dalam wilayah Kabupaten Tanah Bumbu masih sebesar 50 persen dari pagu masing-masing desa,”, pungkas Ayatullah. (Relhum).

 

Aparatur Desa Harus Mampu Meningkatkan Kinerja

Jumat, 07 Maret 2014 01:52 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

BATULICIN - Seluruh jajaran pemerintahan desa di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) diharapkan mampu meningkatkan kinerja personilnya demi menyongsong perubahan dan tuntutan manajemen pelayanan publik yang lebih baik di masa-masa yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Tanbu, Mardani H. Maming melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt Sekretaris Daerah (Sekda), Said Akhmad pada acara Pelatihan Manajemen Pemerintahan Desa di Mahligai Bersujud, Kapet, Batulicin, Senin(25/11) pekan tadi.

"Kami berharap jajaran aparatur pemerintahan mulai dari kepala desa dan seluruh jajarannya dapat segera menyiapkan diri untuk meningkatkan kapasitas kinerja dan profesionalisme serta pengetahuan guna menyongsong penguatan kelembagaan pemerintah sesuai semangat perubahan," katanya.

Dikatakan Mardani, pelatihan manajemen pemerintahan desa yang digelar pemerintah daerah melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor : 72 Tahun 2005 tentang Pemerintahan Desa, menjadi salah satu solusi penting dalam mengupayakan peningkatan kualitas SDM aparatur pemerintahan desa.

"Dengan begitu, harapan kita bersama untuk mewujudkan tatanan pemerintahan desa yang profesional dan mampu memberikan pelayanan publik secara maksimal dapat tercapai", terang bupati.

Terpisah, Kepala Bidang Pemerintahan Desa BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) Tanbu, Ikhsan Budiman menegaskan pelatihan manajemen pemerintahan desa yang digelar pihaknya dalam dua tahap tersebut berisikan materi terkait  manajemen kepemimpinan, dengan mengkhususkan  Kepala Desa (Kades) jajaran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai peserta pelatihan, dan tahap kedua materi pelatihan terkait dengan manajemen dan sistem pengelolaan keuangan desa yang diikuti oleh seluruh Sekretaris Desa (Sekdes) dan Sekretaris Lurah.

Kedepan imbuh Ikhsan, para peserta pelatihan yang notabene merupakan aparatur pemerintahan desa kedepanya diharapkan mampu menjadi agen perubahan dari dinamika pembangunan di desa, sekaligus menjadi motor penggerak fungsi-fungsi kelembagaan yang ada di desa.

"Langkah konstruktif yang kita tempuh yang salah salah satunya melalui pelatihan itu juga merupakan tindaklanjut atau respon kita terhadap rencana kebijakan pemerintah pusat yang akan memberikan otonomi khusus terhadap pemerintahan desa untuk mengelola keuangan sendiri dari dana APBN.

Sehingga beber Ikhsan lagi, seluruh jajaran aparatur pemerintahan desa dan BPD diharapkan lebih mampu menjalankan sistem menajemen kepemimpinan, pengelolaan keuangan dan manajemen administrasi pemerintahan desa yang didalamnya mengandung esensi peningkatan kualitas fungsi-fungsi pelayanan publik.

"Undang-undang otonomi tersebut sudah di gagas pemerintah pusat. Kalau sudah ditetapkan kemungkinan 2014 akan segera dilaksanakan," sambungnya.

Melalui otonomi tersebut, jelas Ikhsan, pemerintah desa diberi kewenangan sendiri  untuk mengelola anggaran sebesar 10 persen atau sekitar Rp1 miliar dari dana APBN secara keseluruhan.

Realisasi rencana kebijakan pemerintah pusat itu memerlukan kesiapan SDM personil pengelola administrasi desa, karenanya dengan pembekalan pelatihan dan hal esensial lainnya yang memberikan manfaat peningkatan SDM personil aparatur pemerintahan desa.

"Itulah sebabnya kenapa pelatihan ini penting dilaksanakan. Selain untuk meningkatkan kualitas kerja pemerintah desa juga untuk menyiapkan teknis pengelolaan keuangan yang lebih baik saat kebijakan otonomi desa diimplementasikan nantinya," katanya. (Relhum)

 

Karang Rejo Wakili Tanbu Pada Lomba P2WKSS dan GSI Tingkat Provinsi

Minggu, 27 Oktober 2013 11:56 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

BATULICIN  -Desa Karang Rejo Kecamatan Karang Bintang menjadi wakil Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) pada ajang lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Seremoni penilaian lomba P2WKSS dan GSI tingkat Provinsi Kalsel yang berlangsung Jumat (18/10) di Desa Karang Rejo tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penilai Lomba P2WKSS dan GSI Propinsi Kalsel Dra Hariyati, Bupati Tanbu Mardani H Maming, Ketua TP PKK Tanbu Hj. Erwinda bersama jajaran, serta pejabat dilingkungan Pemkab Tanbu.

Tim penilai lomba P2WKSS dan GSI yang terjun langsung ke Desa Karang Rejo sebanyak delapan orang terdiri dari Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Kalimantan Selatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Selatan, serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Propinsi Kalsel.

Ketua TP PKK Tanbu, Hj. Erwinda Mardani mengatakan dalam menghadapi lomba P2WKSS dan GSI tingkat Propinsi Kalimantan Selatan, Pemkab Tanbu telah melakukan berbagai persiapan dan pembenahan sejumlah objek yang menjadi indikator penilaian tim bersama-sama komponen terkait dan masyarakat Desa Karang Rejo.

“Sebelumnya kita sudah melakukan beragam persiapan dan pembenahan-pembenahan beragam objek yang menjadi indikator penilaian tim dari provinsi. Dengan adanya dukungan dari Instansi teknis terkait Pemkab Tanah Bumbu bersama masyarakat akhirnya kita siap untuk mengikuti lomba,” ujar Erwinda.

Adapun kategori penilaian yang dilakukan antara lain menyangkut ketertiban Administrasi Program PKK, pelaksanaan Program Dasa Wisma Desa, Kebersihan Lingkungan, Pemanfaatan Lahan Pekarangan, dan tingkat Perkembangan Kemajuan Wanita Desa. 

Sementara itu, Bupati Tanbu Mardani H Maming,  mengatakan peran dan kiprah perempuan dalam menggerakkan dinamika pembangunan daerah di Kabupaten Tanah Bumbu  dinilai sangat penting dan krusial dalam rangka terus mendorong dan membangkitkan semangat pembangunan daerah.

Menurut Bupati, hampir disegala aspek program pembangunan daerah tidak lepas dari peran dan campur tangan perempuan  yang secara aktif mendorong jalannya roda pembangunan, yang salah satunya  melalui peran aktif dari gerakan PKK.

“Berlangsungnya ajang lomba tingkat provinsi ini diharapkan jadi cerminan langsung yang mampu mendorong kesetaraan gender dalam pembangunan daerah menuju kesejahteraan gender secara khusus dan masyarakat secara luas. Dengan begitu kita semua semakin bersemangat dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah karena suksesnya pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak lepas dari dukungan kaum perempuan yang ada di belakang kaum laki-laki,” ujar Bupati.

Dibagian lain Mardani memaparkan, pelaksanaan lomba P2WKSS dan GSI tingkat Provinsi Kalsel itu diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah melalui instansi terkait dengan mengganggarkan dana stimulan atau melalui program pendampingan sehingga program pemberdayaan perempuan yang dijalankan PKK daerah dapat berjalan dengan maksimal.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mardani H. Maming juga  menjelaskan, kedepan banyak program pembangunan daerah yang secara tidak langsung membutuhkan dukungan dan peran aktif kaum perempuan. Objek pembangunan itu meliputi pembangunan sektor pendidikan, kesehatan, dan perekonomian berbasis perempuan (Relhum)

 

 

BPMPD Tanbu gelar Sosialisasi PNPM – MPd

Jumat, 27 September 2013 02:31 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

BATULICIN – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Tanah Bumbu (BPMPD Kab. Tanbu) menggelar sosialisasi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat – Mandiri Perdesaan (PNPM – MPd, Rabu (25/9) bertempat di Hotel Chandra Asri Batulicin.

Sosialisasi PNPM dengan tema “Sinergitas Program dalam Mendukung Pencapaian Visi dan Misi Daerah” tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanbu H. Difriadi Darjat.

Wakil Bupati Tanbu H. Difriadi Darjat mengatakan sosialisasi PNPM-MPd tersebut sangat penting untuk diketahui oleh Desa. Karena tentunya akan berdampak terhadap pembangunan yang diinginkan oleh desa tersebut.

Program PNPM – MPd, dikatakan Wabup diharapkan pula dapat mensejahterakan masyarakat, karena sasaran PNPM tersebut sangat jelas yaitu untuk pembangunan didesa baik itu pembangunan secara fisik maupun pembangunan pada sektor ekonomi masyarakat perdesaan.

Disisi lain, Wabup juga mengatakan bahwa keberadaan fasilitator sangat membantu dalam hal olah pikir dan pendekatan pembangunan masyarakat desa selama ini. Sehingga pembangunan didesa dapat terlaksana.

Kedepannya, dikatakan Wabup, pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur jalan saja, namun juga akan meningkatkan pembangunan pada sektor-sektor lainnya seperti  pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat perdesaan.

“peningkatan sumber daya manusia terus menjadi fokus perhatian pemkab tanbu. Serta pembangunan infrastruktur sekolah yang diharapkan kedepannya gedung-gedung sekolah bangunannya beton semua,” ujar Wabup.

Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Masyarakat Fansuri, MM mengatakan sosialisasi PNPM - MPd tersebut  tentang perubahan Petunjuk Tekhnis Operasional (PTO).

Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan bagi fasilitator sekaligus pula untuk mensinergikan program pemerintah daerah dengan PNPM MPd.

Sebelumnya, ujar Fansuri, Desa hanya bisa mengajukan empat usulan pembangunan saja, namun sekarang desa bisa mengusulkan 6 pembangunan.

Selain itu, ujar Fansuri, PNPM MPd di Kabupaten Tanah Bumbu akan terus berlanjut ditahun 2014. Dan arah kedepannya yaitu pada pembangunan ekonomi masyarakat.

Adapun peserta sosialisasi PNPM tersebut yaitu camat, ketua Badan Kerjasama Antar-Desa (BKAD), PJO Kecamatan, Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Teknik, serta UPK (Unit Pengelola Kegiatan). (Relhum)

 

 

Mardani : Nilai-Nilai Kebangsaan Harus Terus Ditingkatkan

Kamis, 19 September 2013 05:49 administrator Berita - Maju Desaku
Cetak

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu (Tanbu) Mardani H. Maming mengatakan, akhir-akhir ini nilai-nilai kebangsaan ditengah-tengah masyarakat mulai memudar sehingga harus ditingkatkan.

Fakta itu sebut Mardani, dapat dilihat masih banyaknya warga masyarakat yang tak memasang bender merah putih saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus.

Padahal imbuhnya, sejumlah warga yang rumahnya berada di sisi jalan utama daerah baik di pusat kabupaten, kecamatan maupun desa yang mestinya wajib memasang bendera merah putih saat hari ulang tahun Republik Indonesia.

"Ini menandakan bahwa ada kecenderungan semakin menurunnya nilai-nilai kebangsaan di masyarakat kita", ujar Mardani disela-sela sambutannya pada acara Pelantikan Kepala Desa Purwodadi Kecamatan Angsana, Heriansyah, Senin (16/9) lalu.

Dipaprkan bupati Mardani H. Maming, sebagai negara yang besar seluruh komponen bangsa termasuk yang ada di daerah harus mampu menjunjung tinggi dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai satu kesatuan dalam kerangka NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Ironisnya saat ini, nilai-nilai luhur itu kian luntur. Sehingga semangat persatuan dan kesatuan sebagai bagian penting dari upaya menjaga NKRI itu semakin jauh dari kehidupan masyarakat, yang akhirnya kondisi tersebut menjadi penyebab mudahnya masyarakat di adu domba dan diprovokasi pihak-pihak tertentu.

"Fakta paling mudah kita temui bersama adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memasang bendera merah putih ketika tanggal 17 Agustus sebagai hari bersejarah bagi bangsa kita. Sementara bendera partai justru mendominasi, apalagi pada saat-saat menjelang pemilu seperti saat ini", ungkap orang nomor satu di Bumi Bersujud tersebut.

Dan fatalnya masyarakat sangat mudah di adu domba hanya karena alasan perbedaan bendera partai yang didukung. Hal ini jelas sangat mengkhawatirkan bagi persatuan dan kesatuan masyarakat.

Dibagian lain bupati juga berharap agar seluruh pengelola sekolah di Bumi Bersujud mengajarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya kepada anak didik sejak dini. Karena sejauh ini tambahknya, masih banyak anak usia sekolah yang tak hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sementara itu untuk diketahui, selain melantik Heriansyah, Bupati Mardani H. Maming juga melantik Kepala Desa Angsana Sayid Sultan Hasan, dan Kepala Desa Sumber Baru Zainal Arifin.

Kepada ketiga Kepala Desa yang baru dilantik itu Mardani berpesan agar mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai kepala desa dengan baik, dengan senantiasa berpedoman pada aturan dan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku, mengayomi dan melayani masyarakat dengan baik, serta menjadi pelopor utama dinamika pembangunan di desa untuk mewujudkan tatanan masyarakat desa yang maju dan sejahtera. (Relhum)

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Selanjutnya > Akhir >>

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|