Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:173 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:447 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
KASPIN Dorong Peningkatan Kualitas Kelua…

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU KASPIN Dorong Peningkatan Kualitas Keluarga Tanah Bumbu Yang Sehat, Cerdas dan Sejahtera Berangkat dari visi dan misi untuk memberikan pelayanan langsung dan gratis kepada publik khususnya...

Administrator 29 Jul 2013 Hits:1192 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Berita

Wali Band Warnai Acara Adat Mappanretasi 2014

Rabu, 23 April 2014 12:51 administrator Seputar Tanbu
Cetak PDF

Acara Adat Mappanretasi Tahun 2014 kali ini dimeriah dengan datangnya grup Band papan atas asal Ibu Kota yaitu Wali Band.

Acara yang berlangsung pada hari Sabtu malam Minggu 19 April 2014 tersebut, disambut meriah oleh warga Pagatan dan sekitarnya. Terlihat ratusan warga memadati halaman Panggung Hiburan Pesta Adat mappanretasi 2014 dan sangat antusias agar dapat melihat langsung aksi panggung dari Band Wali tersebut.

Wali Band yang beranggotakan Faank (Vocal), Apoy (Guitar/Song Writer), Tomi (Drum) dan Ovie (Keyboard dan Synt) langsung menghentak masyarakat Pagatan lewat tembang-tembang populer mereka.

 

Bupati Tanah Bumbu Mengalokasikan Rp 2.836.926.000,00 Untuk Pembangunan Kantor Koramil Kusan Hilir di Pagatan

Rabu, 16 April 2014 04:29 administrator Pemerintahan
Cetak PDF

Sejak di pilih oleh rakyat Tanah Bumbu pada tahun 2011 silam, Mardani H. Maming selaku Bupati Tanah Bumbu terus berkomitmen membangun segala insfratuktur daerah sesuai kebutuhan masyarakat bumi bersujud.

Salah satunya dalam rangka penataan taman Kota Pagatan, dan perluasan area Objek Wisata Pantai Pagatan Kecamatan Kusan Hilir, Pemerintah daerah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU), melakukan pembangunan gedung baru Koramil TNI Angkatan Darat di Kecamatan Kusan Hilir.

Saat ini Kantor Koramil berada di kawasan Wisata Pantai Pagatan, yang secara tata letak kota tidak kondusif jika berada di area wisata, oleh karena itu, demi kenyamann pihak koramil TNI Angkatan Darat dalam menjalankan tugasnya dan demi kenyamanan masyarakat Pagatan serta para pengunjung dalam melepas lelah di Pantai Pagatan. Terhitung sejak tanggal 10 Desember 2013 hingga 300 (tiga ratus hari kalender). Pihak Koramil TNI Angkatan Darat yang berkantor di area Wisata Pantai Pagatan akan menempati gedung kantor yang baru.

Pembangunan gedung Kantor Koramil Angkatan Darat di pagatan oleh Kepemimpinan Mardani H. Maming, Bupati Tanah Bumbu selaku Pemerintah Daerah mengalokasikan dana sebesar Rp. 2.836.926.000 ( Dua Miliyar Delapan Ratus Tiga Puluh Enam Juta Sembilan Ratus Dua Puluh Enan Ribu Rupiah). Dengan nomor kontrak 641/424.1/KONTRAK/PGK/DPU/2013 adapun kontraktor  yang bertanggung jawab terhadap pembangunan tersebut adalah  PT. IRINA PERKASA. (Ardi/Fajri)

 

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

Jumat, 11 April 2014 00:12 administrator Fokus Tri Dharma Pembangunan
Cetak PDF

LAPORAN KHUSUS

HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11


Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu

Yang Lebih Baik

Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia 11 Tahun. Tanah Bumbu yang terbentuk pada tanggal 8 April 2003 melalui UU Nomor 2 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan, di usianya yang ke 11 tahun saat ini tengah gencar-gencarnya merealisasikan beragam program pembangunan. Di mana dinamika dan semua kebijakan pembangunan yang direalisasikan pemerintah daerah tersebut tak lain diarahkan bagi upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan warga Bumi Bersujud, yang terangkum dalam kerangka program Tri Dharma Pembangunan dengan berazaskan semangat kegotongroyongan.

Dalam konteks itu, bupati Mardani H. Maming dalam berbagai kesempatan tak henti-hentinya memacu dan menyemangati warga masyarakat Bumi Bersujud untuk senantiasa mengedepankan semangat kebersamaan dan kegotongroyongan. Karena sejatinya, sebuah pembangunan tak akan menghasilkan progres yang maksimal jika tanpa adanya dukungan dan partisipasi dari semua komponen daerah khususnya dukungan dan partisipasi dari warga masyarakat.

Dengan modal semangat dan motivasi besar itulah, Mardani H. Maming mengharapkan ada keselarasan semangat kebersamaan serta satu misi dan visi bersama dalam membangun Tanah Bumbu yang lebih baik dari waktu ke waktu.

 

Semangat Gotong-royong Sebagai Modal Dasar Membangun Daerah

Dewasa ini sangat sedikit sekali warga masyarakat yang masih memegang teguh semangat kegotongroyongan sebagai semangat sekaligus motivasi untuk membangun daerah. Sebagai contoh saja, dalam kegiatan gotong-royong yang dilaksanakan di desa-desa, bahkan di lingkup Rukun Tetangga (RT) saja, motivasi dan partisipasi warga masyarakat relatif masih sangat rendah.

Melihat fakta inilah, selanjutnya Bupati Mardani H. Maming memandang perlu dilakukan sebuah inisiasi baru untuk kembali menggelorakan semangat kegotongroyongan ditengah-tengah masyarakat sebagai salah satu modal dasar dalam membangun daerah.

Mardani menghendaki, semangat kegotongroyongan masyarakat bisa kembali bangkit dari fase terendah dan bisa tertanam kuat di masyarakat, sehingga semangat kebersamaan itu mampu menjadi warna budaya daerah di Bumi Bersujud seperti halnya yang terjadi di masa-masa yang lalu ketika masyarakat tidak mengenal istilah individualisme karena kebersamaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kepribadian warga, seperti kegiatan kerja bhakti membersihkan drainase, jalan lingkungan dan kegiatan sejenisnya, ronda malam, rukun kematian, turut membantu ketika ada warga yang sedang menggelar hajat atau sakit, serta kegiatan serupa lainnya.

Untuk itu, ia berharap seluruh komponen daerah bisa berpatisipasi, melibatkan diri dan mendukung program ini, baik di jajaran pemerintah daerah, instansi vertikal, masyarakat, lembaga pendidikan, dan unsur daerah lainnya, dimana camat berserta jajaran, aparat desa, hingga aparat RT harus mampu menjadi pioner dan ujung tombak dari program gotong royong ini.

 

Program Satu Milyar Satu Desa Solusi Pemerataan

Pembangunan Wilayah Perdesaan

Sebagai upaya konstruktif pemerintah daerah dalam melakukan pemerataan pembangunan daerah dengan objek perdesaan, pada tahun 2014 ini Pemkab Tanah Bumbu tengah merancang dan memformulkasikan program baru yang bernama Program Satu Desa Satu Milyar, untuk selanjutnya realisasi program itu sendiri akan dilakukan pada tahun anggaran 2015 mendatang.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah berharap agar dinamika pembangunan yang berjalan di wilayah perdesaan dapat merata, dan kesenjangan pembangunan antar desa yang selama ini kerap terjadi bisa diminimalisir.

Pada tatanan implementatif, untuk mendorong percepatan dinamika pembangunan  yang berjalan di wilayah perdesaan, masing-masing desa akan mendapatkan alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp. 1 Milyar. Yang mana anggaran tersebut teralokasikan pada dinas tekhnis terkait di tiga bidang pembangunan yaitu Pembangunan Insfrastruktur, Pembangunan Bidang Pendidikan, dan Pembangunan Bidang Kesehatan.

Secara konseptual, dalam realisasinya pengelolaan keuangan program tersebut dikelola oleh dinas instansi terkait. Sedangkan desa hanya mengusulkan program pembangunan apa saja yang dituangkan dalam proposal usulan yang sebelumnya sudah melalui tahap pembahasan dan musyawarah yang melibatkan semua komponen yang ada di desa. Desa diberikan keleluasaan sebesar-besarnya untuk melakukan inisiasi dalam menentukan program pembangunan prioritas apa saja yang diharapkan bisa direalisasikan segera karena merupakan refresentasi dari aspirasi kolektif dari warga.

 

Program Kaspin Untuk Masyarakat Tanah Bumbu Yang Berkualitas

Sebagai sebuah program pembangunan yang berbasis pelayanan publik secara langsung, melalui Program Kartu Sehat dan Pintar (Kaspin) dijadikan sebuah obsesi dan cita-cita yang hendak dicapai pemerintah daerah dalam mewujudkan tatanan masyarakat Tanah Bumbu yang berkualitas dan sejahtera.

Secara konseptual, program Kaspin sebagai bagian dari ikon program Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang telah digulirkan pemerintah daerah sejak awal tahun 2012 tak lain merupakan jawaban atas aspirasi kolektif yang berkembang di masyarakat serta sebagai tindaklanjut dari obsesi dan komitmen pemerintah daerah yang menghendaki adanya progres positif dari kualitas generasi penerus daerah.

Untuk jangka pendek, sasaran program ini diharapkan akan melahirkan tatanan generasi daerah yang sehat dan cerdas, dan untuk jangka panjang akan terciptalah tatanan dan kondisi keluarga daerah yang sejahtera. Karenanya target akhir dari program Kaspin yakni tak ada lagi anak usia sekolah di  Bumi Bersujud yang tak bersekolah, serta tak ada lagi warga masyarakat yang sakit dan tidak punya kemampuan untuk berobat.

Sejak awal kali direalisasikan pada tahun 2012, program tersebut setiap tahunnya terus mengalami penyempurnaan. Pasalnya pemerintah daerah berharap  program tersebut benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Khususnya masyarakat miskin dan kurang mampu.

Untuk program pelayanan kesehatan gratis, tahun 2014, Pemkab Tanbu melalui Dinas Kesehatan setempat telah menganggarkan dana sebesar Rp. 8.352.920.500. Yang mana alokasi anggaran tersebut dikategorikan menjadi tiga kegiatan yang meliputi : Kemitraan pengobatan bagi pasien kurang mampu sebesar Rp. 4.167.653.000, Pertolongan persalinan bagi ibu dari keluarga kurang mampu sebesar Rp. 3.119.280.000, dan Kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan pada RSUD dr. Andi Abdurahman Noor sebesar Rp. 1.065.987.500.

Dari data yang ada di Dinas Kesehatan, pada tahun 2013 yang lalu, jumlah warga yang terlayani Jaminan Kesehatan sebanyak 83.115 kunjungan untuk Pelayanan Rawat Jalan di Puskesmas, Pelayanan Rawat Inap Puskesmas se-Kab. Tanbu sebanyak 1.065 kunjungan, Persalinan di Puskesmas sebanyak 2.141 orang, Persalinan di RSUD Andi Abdurrahman Noor sebanyak 449 orang, Kuret di RSUD Andi Abdurrahman Noor sebanyak 118 orang, dan pelayanan Secio Secarian di RSUD Andi Abdurrahman sebanyak 261 orang.

Dengan program pelayanan kesehatan gratis tersebut jumlah Angka Kematian Ibu dan Anak dari tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami penurunan. Pada tahun 2012 Angka Kematian Ibu sebanyak 11 orang, sedangkan pada tahun 2013 Angka Kematian Ibu sebanyak 4 orang. Sementara itu untuk Angka Kematian Bayi pada tahun 2012 sebanyak 47 orang, sedangkan pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 16 orang.

Untuk menekan angka kasus kematian ibu dan bayi, melalui RSUD Andi Abdurrahman Noor pemerintah daerah juga menganggarkan dana melalui APBD Tahun 2014 sebesar Rp.12 Milyar  untuk pengobatan gratis termasuk didalamnya pelayanan operasi secio cesarian gratis di RSUD Andi Abdurrahman Noor.

Sebagai langkah lainnya dalam upaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat miskin dan kurang mampu, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga menggratisan biaya persalinan di Puskesmas baik yang ditangani oleh bidan medis maupun bidan kampung.  Penggratisan biaya persalinan ini diberikan oleh pemerintah daerah tersebut merupakan langkah strategis daerah guna mencegah dan menekan terjadinya kasus kematian ibu dan bayi pada saat proses persalinan.

Biaya persalinan gratis bukan berarti tidak bayar atau bidan yang menangani persalinan tidak dibayar. Biaya persalinan tetap dibayar, hanya saja semua biaya itu telah ditanggung pemerintah daerah.

Dengan program persalinan gratis itu, bidan medis dan bidan kampung diposisikan pemerintah daerah sebagai sebagai ujung tombak penyelamat ibu dan bayi saat persalinan berlangsung. Sebagai bentuk pengawasan terhadap program tersebut, pemerintah daerah membuka layanan  pengaduan ke SMS Center di nomor 08115020205. Pengawasan itu juga dimaksudkan untuk menghindari adanya pelanggaran yang dilakukan oleh bidan medis maupun bidan kampung yang masih memungut biaya saat membantu persalinan.

Untuk program persalinan gratis sendiri sudah direalisasikan Pemkab Tanbu sejak 2013 yang lalu dengan alokasi anggaran program sebesar Rp7,551 Milyar. Dari anggaran program sebesar itu terserap sebesar Rp7,463 Milyar atau sekitar 98,84 persen. Dan tahun 2014 ini pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran program persalinan gratis sebesar Rp3,119 Milyar.

Melalui program itu Pemkab Tanbu ditahun 2014 memberikan honor Rp.800 ribu bagi bidan medis yang melayani pemeriksaan ibu hamil sampai proses persalinan di wilayah desa dan perkotaan. Honor juga diberikan kepada bidan kampung yang turut mendampingi bidan medis saat memberikan pelayanan persalinan dengan honor sebesar Rp.200 ribu. Sedangkan untuk persalinan di daerah terpencil seorang bidan medis diberikan honor sebesar Rp.1 juta, dan Rp.300 ribu bagi bidan kampung yang turut mendampinginya.

Untuk diketahui, pada tahun anggaran 2013 yang lalu biaya jasa medis operasi cesar dan kompensasi kemitraan Dinas Kesehatan untuk program persalinan normal gratis mencapai Rp.7,551 Milyar. Namun karena tahun 2014 ini operasi cesar gratis ditangani RSUD dr Andi Abdurrahman Noor sehingga anggaran jasa medis persalinan gratis yang merupakan program kemitraan Dinas Kesehatan dengan bidan medis dan bidan kampung tersebut dialokasikan sebesar Rp.3,119 Milyar.

Sementara itu, dibidang pelayanan pendidikan gratis, pada tahun 2014, Dinas Pendidikan Kab. Tanah Bumbu mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1.824.000.000 untuk 760 siswa SLTA/sederajat, dan SLTP/sederajat  sebesar Rp. 600 juta untuk 300 siswa, serta untuk alokasi anggaran bagi Paket B sebesar Rp. 240 juta. Sedangkan untuk pengembangan kualitas sekolah, dijenjang SLTA melalui Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) telah dianggarkan dana sebesar Rp. 12.546.000.000 untuk 9.935 siswa di 37 jenjang pendidikan SLTA.

Untuk SLTP, Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bersumber dari APBD 2014 sebesar Rp. 4.975.360.000 untuk 13.767 siswa, dan  BOP Sekolah Dasar (SD) teranggarkan Rp. 9.242.880.000 untuk 38.300 siswa.

Dari data yang ada di Dinas Pendidikan Tanah Bumbu, implementasi program itu telah memberikan dampak nyata bagi penurunan angka putus sekolah dijenjang SLTA. Pada tahun 2012 terdapat  10 anak putus sekolah untuk tingkat SMK, dan tahun 2013 menjadi 4 orang putus sekolah. Sementara untuk tingkat SMA dan MA tidak ditemukan anak putus sekolah. Ini sebagai bukti kalau program tersebut memberikan progres nyata bagi upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di Bumi Bersujud.

 

 

FORRDUS Sebagai Media Sosialisasi Program Pembangunan Daerah

Sejatinya sebuah program pembangunan daerah agar mampu memberikan hasil yang maksimal haruslah mendapat dukungan penuh dari seluruh komponen daerah khususnya warga masyarakat.

Hanya saja, sejauh ini masih ada beberapa program pembangunan daerah meski sudah dalam tahapan realisasi namun masih banyak warga masyarakat yang belum memahami esensi pokok, tujuan dan target dari program, bahkan jikapun banyak yang sudah memahami namun belum sampai pada pemahaman yang utuh..

Atas dasar hal itulah Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu membangun sebuah sistem wadah komunikasi dan irformasi bernama Forrdus atau Forum RT, RW dan Dusun.

Forum itu dibentuk sebagai upaya pemerintah daerah dalam memaksimal sasaran target dari sosialisasi program-program pembangunan daerah sehingga lebih bisa dipahami masyarakat, baik terkait esensi pokok, tujuan dan target dari program pembangunan yang dicanangkan.

Forrdus tak lain merupakan media pendistribusi sosialisasi program pembangunan daerah kepada masyarakat secara luas. Di mana dalam implementasinya peran pendistribusi informasi itu  dilakukan oleh Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Dusun yang tak lain merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah daerah dalam mensosialisaikan program pembangunan. Melalui media Forrdus, diharapkan sosialisasi dari program-program pembangunan daerah menjadi lebih mudah dilakukan dan dipahami masyarakat secara luas sehingga proses implementasi program bisa berjalan maksimal karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat, khususnya yang ada diwilayah perdesaan.

Sebagai analogi, meski sudah disosialisasikan sejak lama dan telah pula disosialisasikan melalui beragam kegiatan pemerintah daerah, hingga tersosialisasikan melalui media cetak dan elektronik, program Kartu Sehat dan Pintar (KASPIN) sebagai ikon program pelayanan publik gratis di Tanbu, namun masih banyak warga masyarakat yang tidak memahami esensi program secara utuh.

Tidak hanya pada program Kaspin saja, namun  rancangan program pembangunan yang akan di rumuskan melalui Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) tahun 2014, baik ditingkat desa, kecamatan maupun tingkat kabupaten khususnya terkait dengan program satu desa satu milyar yang akan kita realisasikan pada tahun 2015 mendatang juga harus diketahui oleh masyarakat Tanah Bumbu secara luas, sehingga pada tatanan implementasinya nanti tidak mengalami hambatan. Untuk itu, maka FORRDUS yang terdiri dari Ketua RT, Ketua RW, dan Kepala Dusun bertugas pula mensosialisasikan program Satu DesaSatu Milyar.

 

Potensi Wisata Mappanretasi Terus Di Kembangkan

Hari jadi Kabupaten Tanah Bumbu yang diperingati setiap bulan April bertepatan pula dengan event wisata Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu. Sebagai langkah dan upaya Pemerintah untuk mengembangkan potensi pariwisata agar menjadi wisata unggulan di Kalimantan Selatan, maka Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus berupaya melakukan pembenahan-pembenahan melalui pembangunan sektor kepariwisataan.

Adapun upaya tersebut yaitu dengan  melakukan pembenahan akses jalan menuju objek wisata Pantai Pagatan Kecamatan Kusan Hilir. Langkah ini ditempuh pemerintah daerah menyusul rencana dilaksanakanya agenda budaya tahunan Tanbu yakni pesta adat Mappanretasi oleh masyarakat nelayan Pagatan pada  April mendatang.

Ini sekaligus pula sebagai bagian persiapan penting pemerintah daerah untuk menjadikan Pagatan sebagai ikon wisata unggulan di Bumi Bersujud terintegrasi dengan Pantai Rindu Alam yang berada di Desa Betung Kecamatan Kusan Hilir yang diproyeksikan menjadi destinasi pariwisata unggulan daerah Tanbu.

Rehabilitasi akses jalan pusat kota Pagatan tersebut  tak lain merupakan rangkaian penting program pemerintah daerah untuk memproyeksikan Pagatan sebagai salah satu kota budaya di Tanbu pada khususnya dan Kalsel pada umumnya.

Pantai Pagatan dengan even budaya Mappanretasi tidak hanya menjadi aset budaya Tanah Bumbu tapi juga merupakan aset budaya Kalsel, bahkan nasional. Oleh karena itu, langkah pembenahan dan rehabilitasi akses jalan dan pembangunan beragam fasilitas sarana dan prasarana penunjang itu tak lain merupakan langkah konstruktif kita bersama dalam rangka menunjang program pemerintah daerah untuk memperkenalkan pesta adat Mappanretasi lebih luas lagi , tidak hanya bagi wisatawan lokal tapi juga domestik, bahkan manca Negara. Langkah ini juga kita integrasikan dengan program pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata dalam mempromosikan Pantai Rindu Alam sebagai destinasi pariwisata unggulan Tanbu.

Untuk menunjang rencana program tersebut, Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata sudah membangun sejumlah fasilitas publik serta sejumlah sarana dan prasarana pendukung di lokasi pantai Pagatan dimana dilaksanakannya puncak Pesta Laut Mappanretasi.

Sementara itu terkait dengan pembenahan dan rehabilitasi ruas jalan dalam kota Pagatan menuju akses pesta laut Mappanretasi, Dinas Pekerjaan Umum Tanbu melakukan pembenahan dan peningkatan pembangunan pada  titik-titik perbaikan ruas jalan kota Pagatan.

Alokasi anggaran untuk pengerjaan proyek rehabilitassi jalan dalam kota Pagatan itu sendiri menggunakan pola pembiayaan secara multiyears untuk tahun anggaran 2013 - 2014 dengan total anggaran sebesar Rp. 9 milyar.

Selain Objek Wisata Pantai Pagatan dimana dilaksanakannya Puncak Pesta Laut Mappanretasi. Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu juga mulai mengembangkan objek wisata pantai lainnya yaitu Pantai Rindu Alam di Kecamatan Kusan Hilir.

Bahkan untuk menarik wisatawan agar lebih tertarik mengunjungi Pantai Rindu Alam, di lokasi pantai yang ditumbuhi  deretan pohon cemara pantai itu juga di tempatkan wahana water boom.

Di tahun 2014 ini pula, Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Tanbu di lokasi Pantai Rindu Alam juga membangun wahana bermain anak seperti ayunan, papan luncur dan wahana sejenisnya, serta sarana MCK dan air bersih.

Harapannya, kedepan Pantai Rindu Alam menjadi salah satu tujuan utama warga masyarakat tak hanya saat ada even saja, namun juga menjadi tujuan masyarakat untuk bersantai dan menikmati suasana pantai kapan pun, khususnya pada akhir pekan.

 

Pembenahan dan Penataan Wilayah Perkotaan

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) terus gencar merealisasikan program membangun. Salah satunya di sektor pelayanan publik bidang infrastruktur jalan.

Salah satu permasalahan yang sering timbul khususnya di Jalan Transmigrasi Kecamatan Simpang Empat yaitu banjir dan macet. Banjir merupakan permasalahan serius yang dihadapi oleh pemerintah daerah setiap tahunnya saat musim hujan.  Buruknya drainase juga memperparah banjir diwilayah perkotaan.

Selain itu, macet juga menjadi permalasahan lainnya yang mesti harus dicarikan solusinya oleh Pemerintah Daerah. Jalan yang dimiliki saat ini, yaitu Jalan Transmigrasi sudah dianggap tidak layak untuk arus transportasi wilayah perkotaan. Apalagi Jalan Transmigrasi Kecamatan Simpang Empat merupakan wilayah perekonomian serta ada beberapa sarana pendidikan disana.

Untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu sejak tahun 2012 terus gencar membangun sarana publik seperti peningkatan pembangunan jalan.  Yang salah satunya melalui perbaikan-perbaikan jalan umum.

Ditahun 2013, Pemkab Tanbu kembali melanjutkan peningkatan pembangunan jalan untuk mengatasi banjir diwilayah perkotaan dengan membangun drainase. Dan pada tahun 2014, proyek pengerjaan Jalan Transmigrasi kembali dilanjutkan.

Pada tahun 2014,Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab.Tanbu) menganggaran dana sebesar Rp. 58.078.290.000.

Ini merupakan kelanjutan pekerjaan tahun 2013 yaitu pemasangan drainase. Yang kemudian di lanjutkan lagi pada pengerjaan pelebaran jalan, pembuatan median jalan, dan trotoar untuk pejalan kaki, hingga pada pengaspalan.

Pelebaran  jalan Transmigrasi  Kecamatan Simpang Empat  sepanjang 6 KM dengan lebar jalan 18 meter sudah termasuk drainase tersebut dimaksudkan pula sebagai langkah serius pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan dan penataan wilayah perkotaan di Bumi Bersujud.

 

Sektor Perkebunan Sebagai Primadona Potensi Jangka Panjang

Sebagai potensi ekonomi daerah dan primadona ekonomi jangka panjang, sektor perkebunan Tanah Bumbu terus dikembangkan pemerintah daerah. Salah satunya adalah sektor perkebunan karet.  Hal ini bertujuan agar perekonomian masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu dapat terus meningkat dan sejahtera khususnya para petani pekebun.

Pada tahun 2014, Pemkab Tanah Bumbu melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan  akan mengembangkan luasan lahan karet seluas 500 Ha. Untuk pengembangan luasan lahan karet tersebut  tersebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Tanah Bumbu maka Dinas Kehutanan dan Perkebunan setempat pada tahun 2014 akan menyalurkan bibit karet untuk luasan lahan 500 ha sebagai upaya Pemkab Tanbu dalam rangka pengembangan luasan lahan karet serta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Bumi Bersujud, Dishutbun Tanbu juga akan menyalurkan bantuan pupuk sebanyak 50 kg/Ha dan Herbisida 5 liter / Ha kepada masing-masing kelompok pada tahun 2014.  Untuk bibit karet yang akan disalurkan nanti, 1 Ha ada sekitar 500 batang bibit karet yang akan diterima oleh Kelompok Tani Tanbu.

Selain pengembangan luasan lahan perkebunan karet, Dishutbun Tanbu juga akan mengembangkan luasan lahan perkebunan sawit  di 10 Kecamatan dengan luasan 500 Ha. Dan untuk  bantuan yang disalurkan tersebut sebanyak 140 batang bibit sawit untuk 1 Ha.

#lapsus/hum.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jum'at Bersih Bersama Bupati Tanah Bumbu

Sabtu, 05 April 2014 03:21 administrator Lingkungan
Cetak PDF

Setiap hari Jum'at Pagi, menjelang HUT Kabupaten Tanah Bumbu yang ke-11, masyarakat Kecamatan Kusan Hilir khususnya yang berada di zona pesta adat nelayan Mappanretasi melakukan aksi gotong - royong.

Selengkapnya...
 

Ajang MTQ Untuk Menjaring Generasi Qur’ani

Kamis, 03 April 2014 08:17 administrator Keagamaan
Cetak PDF

BATULICIN - Kitab suci Al-Qur’an adalah Qalam Allah SWT  yang  menjadi  tuntunan dan pegangan bagi umat manusia untuk memperoleh kebahagian dunia dan akhirat.

Dengan susunan kata yang indah, kalimat yg jelas dan terang dengan gaya bahasa yang mengagumkan, kitab suci Al qur’an merupakan sumber inspirasi yg tidak pernah kering atau habis, semakin kita dalami maka semakin kita yakini akan kebenarannya.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah(Sekda) Kabupaten Tanah Bumbu Drs. Said Akhmad, MM  dalam sambutannya pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke 28 Tingkat Kecamatan Batulicin, Senin (24/2) di Lapangan Bola Desa Gunung Tinggi Kecamatan Batulicin.

Maka melalui pelaksanaan MTQ ini lajut Said Akhmad  diharapkan mampu menguatkan pembangunan akhlak bangsa dan bisa menjadi  wahana untuk  mencetak generasi  yang Qur’ani , yaitu generasi  yang mencintai isi dan kandungan Al Qu’an dan mengamalkannya dalam kehidupan.

“Generasi seperti ini sangat diharapkan karena kehadiranya akan menjadi pembawa perubahan disegala bidang dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara”, papar Sekda.

Melalui pelaksanaan MTQ ini  juga bisa dijadikan cerminan sekaligus seruan kepada kita semua bahwa sesungguhnya islam itu adalah damai dan cinta keadilan, islam juga  menolak kebencian dan fitnah,  islam lebih menonjolkan persatuan dan kebersamaan.

Maka dengan demikian pelaksanaan MTQ ini juga bisa membangun persatuan dan membangun kokoh toleransi  dan kebersamaan sesama umat manusia.

Pada kesempatan itu Sekda juga menyampaikan pesan dan harapanya  kepada seluruh para peserta dan para hakim agar dalam melaksanakan kompetisi ini selalu mengedepankan kebersaman dan silaturrahmi,  agar tujuan hakiki pelaksanaan MTQ ini dapat tercapai.

“kepada para hakim, diharapkan dalam memberikan penilaian dapat menjunjung  tinggi nilai-nilai kebersamaan dengan memberikan penilaian secara objektif, sehingga dapat terpilih para peserta yang benar –benar memiliki kwalitas terbaik untuk mengikuti MTQ tingkat Kabupaten nanti,” ujar Said Akhmad.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan dalam laporanya mengatakan, pelaksanaan MTQ Nasinal ke 28 tingkat Kecamatan Batulicin ini dilaksanakan selama tiga hari yakni mulai tanggal 24-27 Februari dan diikuti  sebanyak 200 peserta yang bersal dari 7 desa dan 2 kelurahan yg ada di kecamatan Batulicin.

Adapun cabang yang dilombakan dalam MTQ Tingkat Kecamatan Batulicin yang i ini antara lain, MTQ Qori dan Qoriah tingkat anak- anak, remaja dan deawasa,  MTQ tartilul qur’an Qori dan Qoriah ,  MTQ syar’il qur’an, MTQ tarthil qur’an,MTQ  Khatil Qur’an, MTQ Hibzil qur’an dan festival rabbana serta lomba Andministrasi TPQ tingkat Kecamatan..

Dan sebagai rangkaian kegiatan panitia juga menggelar ajang silaturrahim berupa pawai ta’ruf yang dilaksanakan sebelum pembukaan, dengan diikuti  ribuan peserta yang terdiri dari para kafilah, rombongan  majelis ta’lim se Kecamatan Batulicin, PKK desa dan Kelurahan, Aparat desa dan kelurahan dan  Panitia penyelenggara MTQ  Batulicin tahun  2014. (Relhum)

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|