Fokus Tri Dharma Pembangunan

Prev Next
Realisasi Bantuan Sekolah Gratis Tahun …
Realisasi  Bantuan Sekolah Gratis Tahun 2013

Sarana dan Prasarana sekolah merupakan salah satu faktor penunjang dalam pencapaian keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah. Tentunya hal tersebut dapat dicapai apabila ketersedian sarana dan prasarana yang memadai disertai...

Administrator 20 Jul 2014 Hits:457 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH…
LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11

LAPORAN KHUSUS HARI JADI KABUPATEN TANAH BUMBU KE 11 Membangun Semangat Kegotongroyongan Untuk Tanah Bumbu Yang Lebih Baik Hari ini Selasa tanggal 8 April 2014 Kabupaten Berusia...

Administrator 11 Apr 2014 Hits:973 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more
Tri Event Spektakuler di Tanah Bumbu sel…

Bulan April pada tahun ini bagi Kabupaten Tanah Bumbu merupakan PESTA AKBAR Tri Spektakuler, karena selama bulan April di Kabupaten Tanah Bumbu akan menggencarkan tiga event sekaligus diantaranya :1.    Perayaan...

Administrator 25 Mar 2014 Hits:859 Fokus Tri Dharma Pembangunan

Read more

Berita

Rakor Dan Sosialisasi Tata Ruang Tanbu

Selasa, 30 September 2014 01:52 administrator Seputar Tanbu
Cetak PDF

Sebagai panduan bagi seluruh stakeholders yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Pemda Tanbu menggelar suatu Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang mana seiring dengan adanya perubahan UU Penataan Ruang dari UU 24/1992 ke UU 26/2007, adanya beberapa kebijakan baru baik dari pusat ataupun provinsi yang harus dirujuk dalam RTRW Kabupaten Tanah Bumbu.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Visioner Bapedda ini Pemda menjelaskan bahwa melalui Rakor dan Sosialisasi ini, ingin menyampaikan sekaligus mengajak kepada para peserta sosialisasi, untuk meneguhkan komitmen kita pada perwujudan Tata Ruang Kabupaten yang selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tanah Bumbu.

Karena melalui media Rakor dan Sosialisasi ini mampu menjadi Starting Point perwujudan pembangunan dan pemanfaatan ruang kabupaten yang terkendali dan memperhatikan daya dukung ruang.

Sehingga dengan demikian akan menghasilkan sebuah penyusunan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang strategis, dan tepat sasaran, yang juga merupakan jawaban atas aspirasi yang berkembang dimasyarakat, sekaligus merupakan jawaban tuntutan dari perkembangan zaman.

Sebagai panduan bagi seluruh stakeholders yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Pemda Tanbu menggelar suatu

Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanah Bumbu yang mana seiring dengan adanya

perubahan UU Penataan Ruang dari UU 24/1992 ke UU 26/2007, adanya beberapa kebijakan baru baik dari pusat

ataupun provinsi yang harus dirujuk dalam RTRW Kabupaten Tanah Bumbu.

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Visioner Bapedda ini Pemda menjelaskan bahwa melalui Rakor dan

Sosialisasi ini, ingin menyampaikan sekaligus mengajak kepada para peserta sosialisasi, untuk meneguhkan

komitmen kita pada perwujudan Tata Ruang Kabupaten yang selaras dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)

Kabupaten Tanah Bumbu.

Karena melalui media Rakor dan Sosialisasi ini mampu menjadi Starting Point perwujudan pembangunan dan

pemanfaatan ruang kabupaten yang terkendali dan memperhatikan daya dukung ruang.

Sehingga dengan demikian akan menghasilkan sebuah penyusunan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Tanah Bumbu

yang strategis, dan tepat sasaran, yang juga merupakan jawaban atas aspirasi yang berkembang dimasyarakat,

sekaligus merupakan jawaban tuntutan dari perkembangan zaman.
 

Konservasi Pesisir Lestarikan Terumbu Karang

Jumat, 26 September 2014 01:19 administrator Lingkungan
Cetak PDF

Untuk menjaga dan melestarikan kekayaan alam pesisir Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tanah Bumbu melalui bidang Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) selalu berupaya memaksimalkan fungsi dan tugasnya.

Daerah pesisir merupakan salah satu sumber daya alam berkelanjutan yang tak akan bisa habis untuk itu dibutuhkan proteksi penuh. Karena perlindungan daerah pesisir bukan hanya akan menjaga kealamian ekosistem, namun  juga bisa dimanfaatkan untuk menopang kehidupan masyarakat  sekitar.

Program yang telah direalisasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan yaitu menjaga keberadaan ekosistem terumbu karang memiliki fungsi fisik dan fungsi ekonomi.

“Terumbu karang itu bisa sangat bermanfaat bagi para masyarakat pesisir yang mayoritas pekerjaan nelayan karena terumbu karang merupakan tempat ikan berkembang biak, mencari makan dan menjadi rumah ikan, kalau kita tidak menjaga terumbu karang maka ikan akan berkurang dan bisa saja habis” ujar Kepala seksi konservasi M. Rizwan, S.Pi selasa,(23/09) kemarin.

Sejak 2008 Dinas Kelautan dan Perikanan telah melakukan konservasi di wilayah pesisir yang dianggap berpotensi besar dalam berbagai hal. Misalnya, pemanfaatan hasil lautnya maupun di bidang lain seperti pantai Angsana yang bisa dimanfaatkan keindahan alamnya sebagai aset pariwisata bagi daerah.

“Spot-spot potensi terumbu karang yang kita konservasi  dengan cakupan yang luas ada 2 yaitu tepatnya di Desa Sungai 2 Laut di Kecamatan Sungai Loban, dan di Angasa. Serta ada satu wilayah yang cakupannya kecil yaitu diwilayah Saturap Kecamatan Satui” katanya.

Bekerja sama dengan seksi pengawasan, seksi konservasi sering memonitoring kawasan konservasi  secara berkala setiap beberapa bulan untuk melakukan dan untuk kegiatan rehabilitasi pihaknya  mentransplantasi terumbu karang dan penempatan terumbu buatan guna menumbuhkan terumbu karang kembali.

“Baru beberapa bulan yang lalu kami melakukan program penumbuhan karang kembali dengan metode lepas dasar  dan setelah dipantau kembali, kami bersyukur ternyata hasil sudah terlihat”ujarnya.

Dinas Kelautan dan Perikanan tidak bekerja sendiri, dalam hal ini pihaknya juga melibatkan partisipasi masyarakat  pada 2013 dengan membentuk  “Kelompok Pemuda Sahabat Laut” yang berlokasi di desa Angsana dan desa Sungai Cuka. Kelompok ini dibentuk khusus mengawasi dan melestarikan lingkungan mereka sendiri.

“Agar dalam diri masyarakat tertanam rasa cinta dan peduli kepada lingkungannya sendiri karena jika ekosistem sekitar mereka baik maka akan berdampak baik pula bagi masyarakat sendiri”ujarnya.

Program konservasi ini akan terus berlanjut untuk itu Dinas Kelautan dan Perikanan pada 2013 lalu telah menentukan penzonaan wilayah konservasi  yaitu zona inti, zona pemanfaat lain dan zona pemancingan.

“Zona inti adalah zona yang tidak dapat di utak-atik itu khusus untuk konservasi, sementara zona pemanfaatan lain bisa digunaka untuk berbagai hal seperti pariwisata dan penelitian”ujarnya.

Pada 2014 pihaknya akan membentuk suatu lembaga untuk pengelolaan lanjutan konservasi dan juga merencanakan akan membawa rekan-rekan “Kelompok Pemuda Sahabat Laut” ke kawasan konservasi laut di Bonaken untuk mengembangkan wawasan mereka tentang pengelolaan konservasi linkungan pesisir.

Kepala Bidang Dinas Kelautan dan Perikanan, Asparani, S.Pi menyampaikan harapanya agar masyarakat, instansi pemerintah serta pihak-pihak yang berkaitan dengan wilayah pesisir mau  bersama-sama menjaga wilayah pesisir daerah Tanah Bumbu agar kelestariannya tetap terjaga. “Kalau bukan kita siapa lagi”ucapnya. (erwin)

 

Pendataan Jumlah Koperasi Kabupaten Tanah Bumbu

Jumat, 26 September 2014 01:13 administrator Perekonomian
Cetak PDF

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM melakukan pendataan jumlah Koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu. Pendataan tersebut dilakukan dengan tujuan salah satunya untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pertumbuhan ekonomi yang digerakkan langsung oleh masyarakat.  

Dari proses pendataan yang dilakukan terhadap 302 unit usaha koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, dan diketahui ada sebanyak 44 unit usaha koperasi yang tergolong tidak aktif.

Karenanya, untuk kembali menggeliatkan dinamika perkoperasian di Bumi Bersujud Pemda terus berupaya melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu khususnya koperasi-koperasi yang diketahui kurang aktif, disamping terus melakukan sosialisasi tentang pentingnya Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop).

"Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop) harus terus kita sosialisasikan agar usaha koperasi bisa bangkit dan terus berkembang dalam rangka untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dan pendataan yang kami lakukan tak lain untuk mengetahui sejauh mana koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu ini mampu untuk berkontribusi terhadap proses peningkatan kesejahteraan masyarakat serta untuk mengetahui koperasi mana saja yang masih sehat, dan mana yang sudah lesu atau bahkan mati, bahkan yang sudah tidak layak lagi dijalankan,"sebut Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Hasdar melalui Kabid Koperasi dan UKM, Fahrurazi.

Melalui pendataan itu, khusus koperasi yang usahanya tidak aktif akan dimintai keterangan terkait berbagai kendala yang dihadapi selama ini, sehingga koperasi yang dikelola tidak lagi beroperasi.

Selanjutnya Pemda akan memberikan solusi baik berupa penyaluran bantuan modal usaha dari dana APBN  atau APBD, dan bentuk pembinaan dan pendampingan agar masing-masing koperasi dapat kembali menjalankan usahanya. Setiap tiga bulan sekali usaha koperasi juga wajib melaporkan perkembangan hasil usahanya kepada pemerintah daerah. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mempermudah proses evaluasi eksistensi usaha koperasi secara berkelanjutan.

Bupati Tanah Bumbu, Mardani H. Maming sejauh ini juga menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan koperasi di Kabupaten Tanah Bumbu, ia berharap usaha koperasi di Kabupaten Tanah Bumbu dapat berkembang dan mampu menjadi salah satu lembaga yang turut serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi saat ini imbuhnya, potensi Sumber Daya Alam (SDA) dapat dikelola masyarakat melalui koperasi.

"Saat ini tidak sedikit sektor usaha pengelolaan SDA di Kabupaten Tanah Bumbu yang bisa dikembangkan oleh masyarakat melalui usaha koperasi, baik di sektor pertambangan, sektor perkebunan, perikanan dan kelautan serta sejumlah sektor lainnya. Inilah pentingnya keberadaan koperasi sebagai salah satu media pendorong pergerakan dan pertumbuhan  ekonomi masyarakat dan daerah," jelasnya.

 

Pembukaan Rakor Panitia RANHAM Tanbu 2014

Kamis, 25 September 2014 00:00 administrator Pemerintahan
Cetak PDF

Pada acara kegiatan Pembukaan Rakor Panitia RANHAM Tanbu 2014 yang dilaksanakan di ruang rapat Sekda, Kantor Bupati Tanah Bumbu, Jl Dharma Praja No. 1, Gunung Tinggi (23/9), Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menjelaskan tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Indonesia Tahun 2011–2014 adalah merupakan upaya untuk meng-implementasikan penegakan HAM dengan memberikan peran penting kepada Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan Aksi Nasional HAM.

RANHAM juga merupakan komitmen Negara dan Pemerintah Republik Indonesia terhadap penghormatan Hak Asasi Manusia baik di Pusat maupun di Daerah di seluruh Indonesia dengan memperhatikan aspek pluralisme dan multi-kulturis-me. Oleh karena itu mandat tersebut harus dipahami, dijadikan acuan dan dilaksanakan oleh semua Penyelenggara Kekuasaan Negara secara akuntabel.

Bupati Tanah Bumbu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Tanah Byumbu, H Difriadi Darjat menjelaskan, tentang peran Panitia RANHAM dalam pengambilan kebijakan Daerah yang didasarkan pada penilaian kebutuhan, pengarusutamaan HAM, penyelarasan aturan hukum dengan standard dan norma HAM, standar prosedur operasional bagi penerapan kebijakan dan peraturan, pemantauan terhadap kinerja aparat dalam pelayanan publik dan pemantauan perbaikan kondisi masyarakat yang kurang beruntung termasuk kelompok rentan dan oleh karena itu, pemahaman HAM harus mampu dijabarkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di Pemerintah dan ini menjadi tantangan bagi Panitia Pelaksana RANHAM Kabupaten Tanah Bumbu, untuk memberikan pemahaman terhadap makna Hak Asasi Manusia.

 

Pemkab Gelar Forum Keagamaan

Kamis, 25 September 2014 00:00 administrator Keagamaan
Cetak PDF

Dalam rangka membina kerukunan antar umat beragama, dan melaksanakan program kemitraan pengembangan wawasan kebangsaan, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar sebuah Forum Keagamaan dan Fasilitasi Peningkatan Halaqoh, yang di laksanaka di Hotel Candra Asri Batulicin, Rabu (24/9) lalu.

Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam sambutannya  menyampaikan sangat meyambut baik dan merasa bersyukur serta gembira dengan diselenggarakannya kegiatan yang di dalamnya bertujuan untuk lebih meningkatkan rasa Nasionalisme yang berwawasan kebangsaan, kerukunan dan solidaritas sosial, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, khususnya di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Dimana forum keagamaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kerukunan dan ikatan sosial di kalangan warga masyarakat, sekaligus kegiatan ini diharapkan mampu membentuk Forum Pembauran Kebangsaan.

“Artinya forum ini sangat kita harapkan tidak saja mampu meningkatkan jalinanan tali silaturahim antar umat baragama di daerah ini, tetapi melalui forum publik yang melibatkan berbagai pihak dan seluruh elemen daerah serta masyarakat, mampu menghasilkan kesamaan visi dan persepsi dalam setiap kebijakan.” Jelanya.

Pemerintah menambahkan, perbedaan suku, etnis, dan agama atau kepercayaan yang kita meliki tidak akan membuat kita saling berpecah belah dan saling salah menyalahkan, melainkan kita harus lebih menguatkan tekad untuk selalu menjadi kesatuan yang utuh dalam bingkai NKRI.

 

<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

|:. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .:|